Ilmu
79 Hits

Tegar dalam Ujian


Resume Kajian Bakda Subuh
Masjid Istiqomah, Perumahan Bulog Jatiwarna

TEGAR DALAM UJIAN
(Tadabbur Qs. Al-Ankabut 1-4)

Dr. Ahmad Zain Annajah

•••

Al-Ankabut artinya laba-laba.
Surah al-Ankabut ini menjelaskan secara umum bahwa apa yang disembah selain Allah adalah lemah. Hal itu diumpamakan seperti rumah laba-laba. Semua sesembahan selain Allah subhanahu wa ta'ala adalah serapuh rumah laba-laba.

Ayat pertama surah ini menjelaskan tentang ujian. Orang beriman itu harus tegar menghadapi ujian.

Qs. al-Ankabut: 1-2

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الم * أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ)

"Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira dibiarkan begitu saja mengatakan, 'kami beriman' kemudian mereka tidak diuji?" (Qs. al-Ankabut: 1-2)

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas:

1⃣ Ayat pertama diawali dengan Alif Lam Mim, yakni huruf hijaiyah. Disebut huruf muqatha'ah, dimana memiliki penjelasan bahwa Al-Qur'an itu terdiri dari huruf-huruf hijaiyah yang dipakai orang Arab dalam percakapannya.

Ayat ini merupakan ayat tantangan bagi orang Arab untuk membuat ayat yang dapat menandingi al-Qur'an dengan menggunakan huruf-huruf hijaiyyah yang sama mereka gunakan setiap hari.

Allah menantang orang-orang Quraisy yang pandai membuat syair, untuk menyusun ayat yang dapat menandingi al-Qur'an. Dalam surah Yasin disebutkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak dapat mengucapkan ataupun membuat syair. Hikmahnya adalah bahwa al-Qur'an benar-benar dari Allah, bukan buatan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang dituduhkan orang-orang kafir.

2⃣ Sebagai tanbih, peringatan bagi mereka yang mau mendengar. Ayat ini menyeru orang-orang untuk mendengarkan apa yang hendak disampaikan. Seolah-olah seperti diseru: "Halo, ada pengumuman penting, harap didengar!"

Setelah ayat muqatha'ah biasanya disebutkan tentang keagungan al-Qur'an atau tentang tauhid. Khusus pada surah al-Ankabut ini, disebutkan tentang ujian tauhid (ujian bagi orang yang bertauhid), artinya untuk bertauhid itu harus diuji.

3⃣ Kata يفتنون berasal dari akar kata ف-ت-ن itu makna aslinya adalah emas yang masih kasar yang masih bercampur dengan tanah atau logam lain. Untuk menghasilan emas murni (memisahkan emas dari logam atau kotoran lainnya) maka harus melalui proses pembakaran atau tempaan suhu yang sangat ini tinggi.

Ibaratnya seperti itulah kualitas orang-orang beriman. Ujian itu keniscayaan menimpa orang-orang beriman. Berbagai tempaan ujian dari Allah untuk mengetahui kualitas iman hamba-Nya. Ujian itu mengajarkan proses yang panjang untuk menempa orang-orang beriman menjadi permata.

Ujian itu terdapat dua macam, yaitu: ujian kebaikan dan ujian keburukan. Contoh ujian kebaikan adalah kerajaan yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman.

Sedangkan contoh ujian berupa keburukan sebagaimana dijelaskan dalam Qs. Al-Baqarah: 155-156. Disebutkan bermacam-macam ujian, seperti kematian, kelaparan, kehilangan harta dan kekurangan buah-buahan.

Qs. al-Ankabut: 3

(وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ)

"Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Supaya Allah mengetahui siapa yang jujur (imannya) dan siapa yang bohong?" (Qs. al-Ankabut: 3)

Pelajaran dari ayat di atas:

4⃣ Pada suatu ketika Rasulullah tidur di depan Kabah lalu seorang sahabat Khabab bin As menanyakan kepada Nabi, "Kapan kemenangan Islam?" Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa dahulu orang-orang beriman diuji dengan lebih berat lagi, digergaji kepalanya hingga terbelah jadi dua dan mereka tetap beriman. Kalian itu orang-orang yang tergesa-gesa (meminta kemenangan).

Ujian itu berbeda satu dengan yang lainnya, ada ujian sakit, ada ujian pada anaknya, keluarganya, suami atau istrinya, rumahnya, di kantornya. Dan manusia satu sama lain menjadi ujian bagi sesamanya, anak ujian bagi bapaknya atau bapak bagi anaknya. Hidup ini tidak akan lepas dari ujian.

5⃣ Tujuan Allah memberikan ujian kepada orang beriman adalah agar diketahui mana orang yang benar-benar beriman dan orang yang munafik dalam imannya.

Qs. al-Ankabut: 4

(أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ)

"Apakah orang yang berbuat jahat mengira mendahului Kami tanpa ada pertanggungjawaban? Sungguh jelek apa yang mereka sangkakan" (Qs. al-Ankabut: 4)

6⃣ Apakah orang-orang yang berbuat keburukan itu menganggap perbuatannya itu luput dari pengawasan Allah?
Hitler itu pimpinan Jerman yang membuat PD II. Hitler itu WN Austria. Hitler muda bakatnya di bidang seni. Karena ditolak lalu mendaftar di ketentaraan dan justru melejit kariernya. Sebab ditolaknya mendaftar di bidang seni, justru kariernya melejit di bidang militer.

Fenomena seperti ini yang disebut efek kepakan kupu-kupu (butterfly effect)
Kadang-kadang kesalahan yang tidak sengaja bisa mengubah kehidupannya 180 derajat.

Seseorang itu akan berjalan sesui takdirnya. Contohnya Shofiyah binti Huyay bin Akhthab, anak pimpinan Yahudi kalah perang, lalu menjadi budak perang. Kemudian dinikahi oleh Nabi dan masuk Islam.

Ummu Habibah berhijrah ke Habasyah bersama suaminya. Namun kemudian suaminya murtad di bumi hijrah. Betapa sedihnya. Akhirnya dinikahi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yang dinikahkan oleh Raja Najasyi.

Zainab binti Jahsy dinikahkan dengan Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah. Zainab itu bangsawan Quraisy dan Zaid itu maula Nabi, akhirnya bercerai. Akhirnya dalam surah al-Ahzab, Allah menikahkan Zainab dengan Rasulullah.

Kadang ujian yang kita rasakan sangat berat itu membawa kebahagian, membawa keberkahan.

Contoh lain, kisah Nabi Yusuf. Semua ujian yang dialami Nabi Yusuf bertubi-tubi, berakhir dengan kebahagiaan yang hebat. Karena dimasukkan sumur, akhirnya Nabi Yusuf bisa masuk istana di Mesir dengan mudah, gratis dan tanpa penggeledahan.

Kalau kita bicara tentang ujian, itu bicara tentang takdir Allah.

Pesannya: (1) ujian itu membawa keberkahan, jika ujian itu dihadapi dengan sabar. Ujian itu menyampaikan kepada sesuatu yang besar yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Maka bersabarlah. (2) jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, maka Allah maha melihat dan tidak ada yang dapat luput dari pengawasan dan balasan Allah.

Wallahu a'lam

Insya Allah bersambung tadabbur ayat ke-5 bulan depan...

Bekasi, 18.01.2020