Karya Tulis
297 Hits

Tafsir An-Najah (Qs. 5:15) Bab 284 Mengajak Ahlul Kitab


يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

“Wahai Ahlul Kitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci yang jelas.”

(Qs. al-Ma’idah: 15)

 

Pelajaran (1) Mengajak Ahlul Kitab

(1) Pada ayat-ayat sebelumnya, Allah menjelaskan tentang sifat-sifat buruk Ahlul Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Pada ayat ini Allah mengajak dan menyeru mereka untuk masuk ke dalam agama Islam.

(2) Firman-Nya,

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا

“Wahai Ahlul Kitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu.”

(a) Penyebutan Ahlul Kitab untuk kaum Yahudi dan kaum Nasrani bertujuan agar mereka menyadari kedudukan mereka dan mau menyadari kesalahan mereka.

(b) Kata (رَسُوْلُنَا) merupakan penisbatan rasul kepada Allah bertujuan untuk menghormatinya dan isyarat agar Ahlul Kitab mengikuti ajaran dan dakwahnya.

 

Pelajaran (2) Menyembunyikan Isi Kitab

يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ

“Untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula).”

(a) Dalam ayat ini terdapat mukjizat Nabi Muhammad ﷺ dan kebenaran yang beliau bawa, karena beliau seorang rasul yang tidak bisa membaca dan menulis, serta tidak pernah duduk di bangku sekolah. Tetapi walaupun begitu, beliau mengetahui isi Taurat dan Injil.

Buktinya adalah beliau menerangkan dan menampakkan apa yang disembunyikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani dari isi Taurat dan Injil. Di antara yang disembunyikan oleh Ahlul Kitab adalah kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dan beberapa hukum-hukum yang sekiranya mereka anggap merugikan mereka, seperti hukum rajam dan lainnya.

(d) Kata (يَعْفُوْا) artinya membiarkan. Maksudnya di sini adalah Rasulullah ﷺ tidak menerangkan sebagian yang disembunyikan oleh Ahlul Kitab, sebab dianggap tidak penting untuk diungkap.

 

Pelajaran (3) Kitab dari Cahaya

قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci yang jelas.”

(1) Kata (نُوْرٌ) artinya cahaya, di sini maksudnya adalah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau disebut cahaya karena memberikan cahaya hidayah kepada manusia yang berada di dalam kegelapan jahiliyah. Bahkan di dalam surah al-Ahzab, belia disebut sebagai cahaya yang menerangi, sebagaimana firman-Nya,

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ ۞ وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا۞

“Wahai Nabi (Muhammad), sesungguhnya Kami mengutus engkau untuk menjadi saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya serta sebagai pelita yang menerangi.” (Qs. al-Ahzab: 45-46)

(2) Kata (كِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ) maksudnya adalah al-Qur’an yang sangat jelas ayat-ayatnya, serta menjelaskan banyak hal yang manusia tidak mengetahui sebelumnya.

 

***

Jakarta, Jumat, 3 Juni 2022

KARYA TULIS