Karya Tulis
4844 Hits

Hukum-Hukum Terkait dengan Masjid

Saya melihat banyak turis-turis masuk masjid – masjid bersejarah, seperti masjid Al Azhar di Mesir dan lain-lainnya, sebenarnya boleh nggak orang kafir masuk masjid ?

Jawaban :

Dibolehkan bagi orang kafir masuk masjid, jika memang ada keperluan. Dalilnya adalah hadist Abu Hurairah ra :

بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم خيلا قبل نجد فجاءت برجل من بني حنيفة يقال له ثمامة بن أثال فربطوه بسارية من سواري المسجد

“ Nabi Muhammad saw pernah mengirim pasukan berkuda ke daerah Najd, kemudian pasukan tersebut datang dengan membawa seorang laki-laki dari Bani Hanifah yang bernama Tsumamah bin Atsal, maka merekapun mengikat orang tersebut pada salah satu dari tiang-tiang masjid. “ ( HR Bukhari )

Sebagian orang sekarang sering melantukan syi'ir – syi'ir di dalam masjid, bolehkah melantunkan syi’ir-syi’ir dalam masjid ?

Jawaban :

Dibolehkan melantunkan syi’ir-syi’r yang baik, yaitu yang meninggikan syi’ar-syi’ar Islam seperti Jihad dan lain-lainnya. Dalilnya adalah hadist Abu Hurairah ra :

 

أن عمر مر بحسان بن ثابت وهو ينشد في المسجد فنظر اليه فالتفت حسان الى أبي هريرة فقال له أنشدك الله هل سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أجب عنى اللهم ايده روح القدس قال نعم

“ Umar pada suatu ketika melewati Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syi’ir di masjid. Maka Umar melihatnya ( sepertinya mau melarangnya ). Maka Hasan bin Tsabitpun menoleh ke Abu Hurairah seraya bertanya : “ Aku meminta pengakuaanmu atas nama Allah, apakah engkau pernah mendengar Rosulullah saw bersabda kepadaku ( di masjid ) : “ Jawablah untuk-ku ( dalam bentuk syi’ir ), ya Allah kuatkan dia ( Hassan bin Tsabit ) dengan ruhu quds ( Jibril as ). Abu Hurairahpun menjawabnya : “ Ya saya mendengarnya . “ ( HR Bukhari dan Muslim )

Adapun beberapa riwayat yang menunjukkan larangan membaca syi’ir di masjid, maksudnya adalah syi’ir-syi’ir jahiliyah dan syi’ir-syi’ir yang tidak ada manfaatnya dan tidak ada hubungannya dengan pembelaan terhadap Islam dan menjunjung tinggi syi’ar-syi’ar Islam.

Apa hukum sholat di dalam gereja dan tempat-tempat ibadah orang kafir lainnya ?

Jawaban :

Dibolehkan untuk sholat di dalam gereja dengan beberapa syarat, diantaranya adalah :

1- Tidak ada tempat lain untuk sholat.

2- Gereja itu harus bersih dari najis.

3- Gereja tersebut tidak ada patung-patungmya, jika seandainya ada, maka tidak boleh sholat menghadap patung-patung tersebut.

Dalilnya adalah atsar dari Abdullah bin Abbas ra :

وكان ابن عباس يصلى في البيعة إلا بيعة فيها تماثيل

“ Bahwasanya Ibnu Abbas ra melakukan sholat di gereja , kecuali gereja yang di dalamnya ada patung. “ ( Riwayat Bukhari )

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa :

“ Jika di dalamnya ada patung-patung Abdullah bin Abbas ra keluar dan sholat di bawah guyuran hujan. “

Bolehkah menggantikan gereja menjadi masjid ?

Jawaban :

Dibolehkan untuk merubah gereja, atau menghancurkannya kemudian dibangun di atasnya masjid. Dalilnya adalah hadist Thaliq bin Ali bahwasanya Rosulullah saw bersabda :

اخرجوا فإذا أتيتم أرضكم فاكسروا بيعتكم انضحوا مكانها بهذا الماء واتخذوها مسجدا

“ Keluarlah kalian, jika kalian sudah sampai kepada kampung kalian, maka hancurkanlah gereja kalian, dan siramlah bekas tempat itu dengan air ini, dan dirikanlah masjid di tempat tersebut. “ ( Hadist Shohih Riwayat Nasai )