Karya Tulis
2346 Hits

Muqoddimah ( Buku Nasionalisme )

Islam adalah dien yang syamil, tak terpisah antara Agama dan Negara, tidak ada satu bagian di dalam kehidupan ini kecuali Islam telah mengaturnya. Hakikat ini tetap melengket di dalam benak kaum muslimin di sepanjang sejarah, akan tetapi tatkala Khilafah Islamiyah menderita sakit berat, yang tidak lama kemudian  menghembuskan nafasnya yang terakhir, muncullah ke permukaan paham sesat yang  memporak-porandakan  Aqidah Islamiyah, menghantam kekuatan dan kesatuan kaum muslimin di seluruh pelosok penjuru dunia. Terbagilah umat Islam ke dalam negara-negara kecil yang terkotak-kotak, tak mengenal satu dengan lainnya. Pemahaman “Ummatan Wahidah” ini, tertelan di tengah-tengah derasnya musuh Islam yang datang silih berganti menghajar batu karang yang mulai rapuh itu.

Tersebutlah “British”, lambang supermasi penjajah waktu itu berusaha menghembuskan angin panas “ Paham Nasionalisme” di tengah berkobarnya Perang Dunia I, berkeliling seraya menebarkan racun yang sangat berbisa ini di pelataran dunia Islam. Dengan dalih kemanusiaan, pendekatan antar umat beragama diangkat kepermukaan, bahasa arabpun tak luput dari incaran srigala-srigala Barat yang menjulurkan lidahnya keluar masuk, haus akan darah kaum muslinin yang tergeletak tak berdaya.

Maka kewajiban bagi umat Islam yang sadar akan bahaya musuh-musuhnya, untuk mengembalikan dan membangun kembali bangunan yang telah roboh itu. Menanamkan Aqidah As-Shohihah ke dalam jiwa putra-putranya yagn terancam keselamatannya, menepis syubhat-syubhat yang terus dihembuskan kaum kuffar di bumi yang suci ini

إنّ هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاعبدون (92)

“Sesungguhnya umat kalian ini ummat yang satu, dan Aku (Allah) adalah Rabb-mu, maka sembahlah Aku.[1]