Karya Tulis
1173 Hits

Tips Ke-8: Menggunakan Waktu Tersedia Untuk Menyelesaikan Program

Banyak orang gagal dalam menempuh cita-cita hanya karena terjebak dalam empat kata: ”Saya tidak mempunyai waktu”. Sebaliknya, banyak orang yang sukses dalam bidang tertentu, karena dia mampu menyediakan waktu dan komitmen di dalamnya untuk menggapai cita-citanya.

Seorang ahli hikmah berkata : “ Gunakan setiap menit yang ada, dan gunakan setiap jam yang ada, maka akan menjadi sangat berharga bagi kehidupan anda.”

Jika kita menyediakan waktu satu jam setiap hari untuk menjalankan suatu program, berarti kita telah mampu mengumpulkan waktu selama 365 jam selama satu tahun, atau sama dengan 45 hari bekerja secara sungguh dan terus menerus selama 8 jam sehari.

Ini sama dengan menambahkan satu bulan setengah kehidupan produktif dalam hidup kita setiap tahun. Walaupun begitu, tidak banyak yang mampu mengerjakannya, kecuali orang-orang yang mempunyai tekad dan semangat yang kuat.

Sebagai contoh seorang pegawai perbaikan lift berkebangsan Itali, bernama Nicholas Christofilos suatu ketika tertarik pada ilmu pengetahuan modern. Apa yang harus dia lakukan? Setiap hari sepulang dari kerja, sebelum dia duduk untuk makan malam, dia meluangkan waktu satu jam untuk membaca buku tentang energi nuklir. Setelah mulai memahami ilmu yang dia pelajari dengan baik, gagasan pun timbul dalam fikirannya.

Pada tahun 1948 M, dia membuat rancangan untuk akselerator partikel yang menurut fikirannya akan lebih murah dan lebih kuat daripada peralatan mana pun yang sudah ada. Dia mengirimkan rancangannya pada Lembaga Tenaga Atom di Amerika Serikat untuk dilakukan uji layak. Setelah rancangan tersebut disempurnakan kembali, didapatkan bahwa alat hasil penemuannya ternyata bekerja begitu baik sehingga pemerintah Amerika Serikat mampu menghemat dana kira-kira 70 juta dolar.

Akhirnya, Christofilos menerima dua penghormatan: pertama mendapatkan uang tunai 10.000 dolar, pada masa itu tentunya sangat banyak sekali, dan yang kedua: mendapatkan kedudukan yang terhormat di Laboratorium Radiasi Universitas California.[1]

Berikut ini hasil penelitian tentang waktu-waktu yang dibuang dan diremehkan oleh banyak orang, padahal kalau dimanfaatkan sebaik mungkin akan menghasilkan sesuatu yang besar dan luar biasa.

Kita ambil sebuah contoh : seseorang yang mempunyai umur 70 tahun. Jika ia menyia-nyiakan waktunya hanya 5 menit dalam setiap hari, berarti selama hidupnya ia telah menyia-nyiakan waktu sebanyak 3 bulan berturut-turut (88 hari). Kalau dia menyia-nyiakan 1 jam, berarti dia telah membuang waktunya selama 3 tahun berturut-turut.

Hal itu akan nampak lebih jelas dalam daftar di bawah ini:

- 5 Menit = 3 bulan = 0,35 %

- 10 Menit = 6 bulan = 0,71 %

- 20 menit = 1 tahun = 1,42 %

- 1 jam = 3 tahun = 4, 28 %

- 10 jam = 30 tahun = 42, 85 %

Data ini bisa berlaku bagi para pengganggur dan sebaliknya juga bisa berlaku bagi orang yang memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk melaksanakan sebuah program hidup yang ber-orentasi pada hal-hal yang bermanfaat.

Jika orang yang berumur 72 tahun tadi melakukan aktivitas sehari-hari, maka bisa dilihat sebagai berikut:

- Tidur (8 jam sehari) = 23 thn = 32%

- Kerja (6-7 jam /hari) = 21, 5 thn = 21,5%

- Makan dan minum (1,5 jam/hari) = 4,5 tahun = 6,4%

- Urusan birokrasi (0,5 jam/ hari) = 1,5 tahun = 2,14%

- Pekerjaan rumah tangga, rihlah dan piknik (1 jam/hari) = 3 tahun = 4,24%

- Ziarah, silaturahim dan berkumpul bersama teman (0,5 jam/hari) = 1.5 tahun= 2,14%

- Transportasi dari satu tempat ke tempat lain (0,5 jam/hari) = 1.5 tahun= 2,14%

- Telepon, sms, facebook, twitter, dan lain-lain (0,5 jam/hari) = 1.5 tahun= 2,14%

Jumlah Total = 61 tahun = 87 %

Sisa 9 tahun = 12, 85% —— > jika dikurangi masa kecil dan puber, kira-kira sisa waktu yang kita punyai untuk menyelesaikan program-program yang besar tinggal berapa ??? [2]

Di sinilah ditemukan salah satu jawaban dari sebuah pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di telinga kita; ”Kenapa Umat Islam Mundur Sedang Yang Lainnya Maju?”  yang kemudian menjadi sebuah judul buku yang sangat masyhur, yang ditulis oleh Syakib Arselan.

Mari kita renungkan salah salah satu syair di bawah ini:

عَلَى قَدْرِ أَهْلِ الْعَزْمِ تَأْتِي الْعَزَائِمُ       

 وَتَأْتِي عَلَى قَدْرِ الكِرَامِ مَكَارِمُ

وَتَعْظُمُ فِي عَيْنِ الصَغِيْرِ صِغَارُهَا     

وَتَصْغُرُ فِي عَيْنِ الْعَظِيْمِ عَظَائِمُ

“Menurut kadar orang-orang yang mempunyai kemauan kuat, maka muncullah kemauan-kemauan kuat ( dalam diri seseorang ), dan menurut kadar orang-orang yang mulia, maka datanglah kemuliaan-kemuliaan.”

 

“Masalah-masalah kecil akan menjadi besar di hadapan orang  kecil, sebaliknya masalah-masalah besar akan menjadi kecil di hadapan orang besar.”

 

 


[1].Http://Portal.Uum.Edu.My/Portalbm/Ekaunseling/Mkk/Artikel.Htm?Id=14

[2].  Abdullah Ali Yusuf yang berjudul Fann Idarat al-Waqti dan dimuat Majalah al-Bayan, edisi 86, Syawal 1415 H.