Karya Tulis
1561 Hits

Tips Ke- 12: Menghindari Dari Para Pencuri Waktu

Yang dimaksud dengan pencuri waktu adalah kegiatan-kegiatan yang menguras banyak waktu kita tanpa membuahkan hasil yang berarti. Berikut ini beberapa contoh kegiatan-kegiatan yang sering mencuri waktu kita: 

Pertama : Aktivitas Yang Tidak Terencana.

Dalam sebuah penelitian disebutkan : “Bahwa satu jam waktu yang dihabiskan untuk suatu perencanaan sama dengan tiga atau empat jam waktu pelaksanaan.”

Ya, aktivitas yang tidak terencana hanya akan menghabiskan waktu saja. Orang yang tidak punya rencana dalam aktivitasnya dia sekedar beraktivitas tanpa mengetahui tujuan dari aktivitas itu ke mana, dan target-target apa saja yang ingin dicapai.Berbeda kalau dia sudah mencanangkan kegiatan yang terencana dengan baik, maka setiap aktivitasnya akan banyak bermanfaat karena semuany menuju pada satu titik yaitu tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.  

Kedua : Tidak Mendelegasikan Pekerjaan Kepada Orang Lain. ( lihat Tips-14 Mendelegasikan Pekerjaan )  

Ketiga : Orang-Orang Yang Berkunjung Tanpa Membuat Janji Terlebih Dahulu.

Hal ini sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari anda dan ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, para ulama berusaha mencari cara untuk mengatasi keadaan seperti ini. Diantara mereka ada yang telah mempersiapkan pekerjaan yang bisa dikerjakan sambil menerima tamu, seperti meruncingi pensil, merapikan buku dan lain-lainnya.

Ada cara lain untuk menghindari orang yang sering berlama-lama jika mengunjungi anda, yaitu anda membuat janji dengannya di tempat tertentu dan waktu tertentu yang anda bisa punya alasan untuk tidak berlama-lama. Umpamanya membuat janji dengannya setengah jam sebelum anda berangkat ke kantor, atau membuat janji di tempat kerja anda pada waktu yang terbatas, atau bahkan anda sengaja mengunjunginya agar anda leluasa untuk meminta ijin.

Yang menarik adalah sebagian rumah makan cepat saji. seperti sandwich kibdah ( roti yang tengahnya diberi gorengan hati ) atau bakmi makrunah di beberapa kota di Mesir sengaja tidak menyiadakan kursi, seperti di  rumah makan Sabrowy yang terletak di Distrik 7, Nasr City, Kairo, yang hanya menyediakan beberapa kursi duduk yang agak kecil dan keras, agar para pengunjungnya tidak berlama-lama di tempat tersebut. Hal ini bisa diterapkan di rumah anda, jika anda tidak mau tamu-tamu yang datang duduk lama di rumah anda, maka jangan anda taruh kursi-kursi empuk di ruang tamu rumah anda, karena akan membuat tamu betah dan tidak mau beranjak dari tempat duduk.

Ide ini pernah menjadi keputusan rapat di sebuah pesantren, ketika kantor administrasi dijadikan tempat ngrumpi dan kumpul-kumpul para tamu, yang tentunya akan mengganggu kerja para pegawai kantor. Setelah diamati, ternyata penyebab utamanya  adalah kursi sofa yang besar dan empuk yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut, pantas orang-orang betah tinggal disitu. Maka pada rapat pesantren berikutnya diputuskan bahwa kursi-kursi tersebut harus di pindah ke ruang tamu, sedangkan kantor administrasi hanya diisi dengan kursi dan meja tempat duduk para pegawai kantor saja, tidak disediakan kursi untuk para tamu, kecuali di ruang  tamu… ide tersebut ternyata terbukti sangat efektif.  

Ada cerita menarik dari seorang mahasiswa di Kuwait, ketika dia berkunjung ke kantor seorang ulama besar di Kuwait untuk suatu keperluan. Setelah beberapa saat mereka berdua berbicara, Syekh tersebut bertanya : “ Apakah keperluan anda sudah selesai ? Kalau sudah selesai, silahkan anda pulang....” . Beliau berbicara demikian sambil membuka pintu kantornya mempersilahkan mahasiswa tersebut pulang.

Keempat : Mengobrol

Kadang seseorang ingin sekali menjaga waktunya dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat. Tetapi tantangan sangat berat jika berhadapan dengan orang-orang yang tidak menghargai waktu, seperti rekan kerja, sahabat, sanak kerabat, tetangga dan sebagainya. Orang-orang seperti itu kadang menyebabkan waktu anda terbuang untuk hal-hal yang kurang efektif dan tidak penting.

Oleh karenanya, harus ada cara untuk menghadapi mereka, diantaranya adalah :

  1. Menunjukkan kepada mereka bahwa anda sangat peduli dengan waktu, baik secara terus terang kepada mereka atau dengan cara tidak langsung.
  2. Menggunakan tanda atau bahasa isyarat, diantaranya dengan cara membawa buku untuk dibaca di tempat yang biasa dipakai untuk berkumpul dan mengobrol.
  3. Bisa juga dengan cara selalu melihat jam ketika berbicara dengannya.
  4. Atau anda bertanya kepadanya, “ Jam berapa sekarang “ ? supaya dia paham bahwa anda telah berbicara lama dan anda mempunyai perkerjaan lain yang harus anda selesaikan.[1]

 

Kelima :  Banyak Rapat Dan Pertemuan Yang Tidak Efektif.

Dalam sebuah lembaga atau organisasi, rapat atau pertemuan adalah sesuatu yang lumrah, bahkan merupakan kegiatan yang rutin dilakukan untuk membicarakan berbagai masalah. Tetapi jika rapat dan pertemuan-pertemuan itu dilakukan tanpa ada rencana yang matang dan tidak ada batasan waktu yang jelas, maka hanya akan membuang-buang waktu saja. Oleh karenanya pertemuan yang singkat dan padat jauh lebih efektif dan bermanfaat dari pada pertemuan yang lama tetapi tidak fokus.

Keenam : Tidak Memanfaatkan Waktu-Waktu Yang Mati.

Ketujuh : Penundaan Yang Tidak Beralasan ,

Kedelapan : Tidak Berani Menolak Permintaan.

Kalau anda  ingin menjaga waktu anda sebaik mungkin, sekali-kali anda belajar untuk mengatakan “ Tidak “ dan menolak tugas-tugas yang sepertinya tidak pas untuk anda. Anda harus belajar untuk memilih tugas yang anda benar-benar ingin lakukan atau sesuai dengan bakat anda atau sesuatu yang memang perlu untuk diselesaikan.

Kesembilan : Nonton TV, Browsing Internet, Facebook, Twitter

Kesepuluh : Dering Telepon Atau Hp.

Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol lewat telepon atau handpone. Ini adalah kebiasaan buruk manusia yang hidup di zaman modern. Selain membuang-buang waktu, tentunya akan menyedot pulsa dan biaya. Maka kita dapatkan betapa sebagian orang uangnya terkuras hanya untuk membayar pulsa telepon . Selain itu, berbicara lewat telepon dalam waktu lama, akan menyebabkan rusaknya pendengaran kita. Jadi, dilihat dari sisi manapun, berbicara lama lewat telepon adalah kebiasan buruk yang harus ditinggalkan.

Suatu ketika, penulis ditelepon oleh seseorang yang dikenal baik dan terpelajar. Di dalam pembicaraan tersebut penelpon meminta tanggapan atas masalah yang dihadapinya. Tetapi tidak diduga, ternyata penelpon  mengajak diskusi dengan penulis lewat telepon tersebut, dan penulis tidak bisa menghentikan pembicaraan tersebut kecuali setelah satu jam. Penulispun baru sadar setelah itu, bahwa sudah satu jam telinga penulis menempel pada handpone. Setelah kejadian tersebut, penulis tidak pernah mengangkat telepon dari orang tersebut.  

Di saat yang lain, penulis ditelepon oleh teman lama ketika sekolah di pesantren. Di dalam pembicaraan tersebut, teman lama itu berbicara ngalor ngidul, tanya sana- sini, kadang sampai pada masalah pribadi, yang penulis anggap sesuatu yang tidak pas, walaupun itu teman lama. Yang ironis lagi teman tersebut betah mengobrol lewat telepon. Setelah itu, penulis tidak pernah mengangkat kembali jika dia menelpon.

Sebagian jama’ah pengajian atau orang-orang yang ingin berkonsultasi kepada penulis, mereka bertanya lewat telepon, tetapi yang disayangkan pertanyaan-pertanyaan mereka tidak langsung pada masalah, bahkan seringnya mutar-mutar. Dan ketika penulis memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut, kembali lagi si penannya mengulangi pertanyaan lagi dengan susunan kata yang berbeda dan seterusnya. Semenjak itu penulis tidak menerima pertanyaan lewat telepon, kecuali yang bisa meringkas pertanyaan dan tidak bicara bertele-tele. Pertanyaan-pertanyaan hanya melewati sms, dan penulispun menjawabannya dengan singkat. Bahkan sms yang penulis terimapun sangat beragam, bahkan tidak sedikit yang meminta penulis untuk menerangkan suatu masalah yang dia tanyakan dengan menyebut teks dalil-dalilnya dari al-Qur’an dan hadist serta menerangkannya satu persatu. Subhanallah, penulis disuruh membuat makalah lewat sms…

Ada beberapa tips untuk menghadapi permasalahan mengobrol lewat telepon :

  1. Tidak memberikan telepon kecuali kepada orang-orang yang sungguh memanfaatkan waktu, dan tahu etika dalam menelpon.
  2. Berusaha membatasi diri untuk tidak bicara lewat telepon kecuali ha-hal yang penting.
  3. Jika seseorang hendak menelpon, sebaiknya mengirim sms terlebih dahulu untuk memberitahu akan keperluannya.
  4. Kalau sesuatu bisa disampaikan lewat sms atau pesan singkat,  maka  tidak perlu menelpon.
  5. Jika terpaksa berbicara lewat telepon, berusahalah tidak keluar dari tema pokok pembicaraan.
  6. Jika teman anda berbicara lama, maka tidak apa-apa jika anda memberitahu terus terang bahwa anda mempunyai keperluan dan meminta ijin baik-baik.

Biasakan untuk tidak mengangkat setiap panggilan yang masuk, kecuali jika hal itu anda anggap penting.

Buatlah sebuah prinsip bahwa anda tidak bicara lewat telepon atau HandPone lebih dari 5 menit. Tentunya ini sangat beralasan seperti menghemat pulsa, untuk menjaga kesehatan telinga dan lain-lain.

 Kesebelas : SMS

Biasakan untuk tidak menulis sms kecuali yang singkat ini sesuai dengan namanya SMS ( Short Messenger System ), tetapi sayangnya  sebagian kalangan merasa senang jika bisa menulis sms panjang-panjang, ini akan banyak membuang, apalagi handpone yang dipakai menggunakan keyboard kecil.   

 


[1] . Abu al-Qa’qa ash-Shoi’ri, 125 Tips Manajemen Waktu, hlm 114