Karya Tulis
2053 Hits

Bab 4/3: Kekuatan Istighfar; Membuat Hati Menjadi Bersih Dan Bening

Seorang muslim yang selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang ia perbuat, tidak diragukan lagi hatinya akan menjadi bening dan bersih. Bagaimana tidak bening, kalau setiap saat ia selalu mengakui kesalahan yang ia lakukan, selalu menjaga dirinya agar tidak terpelosok dalam hal-hal yang akan mengotori hatinya. Orang yang hatinya bening biasanya tidak pendendam dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :

إِنَّ العَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ {كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُون}

          ”Sesungguhnya seorang hamba jika ia melakukan kesalahan, maka akan tercemari hatinya dengan satu bercak hitam. Jika ia menghentikan kesalahannya dan beristighfar (memohon ampun) serta bertaubat, maka hatinya menjadi bersih lagi. Jika ia melakukan kesalahan lagi, dan menambahnya maka hatinya lama-kelamaan akan menjadi hitam pekat. Inilah maksud dari ”ar-Raan” (penutup hati) yang disebut Allah dalam firman-Nya: ”Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.( Qs.al- Muthoffifin : 14 ). ( Hadits Hasan riwayat Tirmidzi ( no : 3334 ) dan Imam Ahmad dalam Musnadnya ( 2/ 297 )

           Hadits di atas mengandung beberapa pelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama: Seorang manusia pasti tidak pernah luput dari kesalahan.

Kedua: Kesalahan yang dilakukan manusia akan membekaskan warna hitam pada hatinya. Dan bekas itu tidak akan hilang kecuali kalau dia beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karenanya, kita tidak boleh meremehkan dosa walaupun kelihatan kecil. Karena yang kecil ini lama-kelamaan akan menjadi besar. Para ulama mengatakan :

لاَ تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةَ إِنَّ الجِبَالَ مِنَ الحَصَى

”Janganlah engkau meremehkan dosa kecil …. Sesungguhnya gunung itu merupakan kumpulan dari kerikil.

Pernyataan ini dikuatkan dengan suatu hadits bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :

  إِياّكُمْ وَمُحْقرَات الذُّنُوْب فَإِنَّهُنَّ يَجْمَعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ

          ”Janganlah engkau meremehkan dosa, karena dosa-dosa itu kalau terkumpul pada diri seseorang, niscaya akan mencelakakannya.” ( HR. Ibnu Majah dan Ahmad )

Ketiga: Salah satu sifat orang yang bertaqwa adalah jika ia melakukan dosa ataupun kesalahan baik yang kecil maupun yang besar, dia akan segera ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa dan kesalahan yang diperbuatnya, sebagaimana yang pernah diterangkan di atas.

Keempat : Orang-orang yang sering meremehkan dosa-dosa kecil, apalagi yang besar dan tidak mau beristighfar, hatinya akan menjadi hitam dan keras, bahkan lebih keras dari batu. Sulit baginya untuk menerima nasehat dan peringatan.

Hatinya tidak bergetar sedikitpun ketika dibacakan ayat-ayat Allah, tidak pernah menangis karena takut akan dosa-dosanya, dan tidak takut dengan adzab Allah. Orang seperti ini tidak pernah merasakan nikmatnya keimanan, tidak pernah merasakan lezatnya bermunajat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bersimpuh di depan-Nya mengharap rahmat-NYa dan takut dengan adzab dan siksaan-Nya.

Orang seperti ini akan merasa berat jika diajak untuk melakukan ibadat, hidupnya tidak pernah tenang dan tentram, karena tidak pernah mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, padahal Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

          ” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Qs Ar Ra’du , ayat : 28)