Karya Tulis
1907 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (1) Iman dan Amal Shaleh


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“ Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al­-Baqarah: 82)

Pelajaran dari Ayat:

Pertama: Seseorang yang mengaku dirinya beriman, tetapi tidak mau beramal sholeh, maka imannya tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena keimanan yang benar akan mendorong seseorang untuk beramal sholeh.

Kedua: Iman dan amal sholeh akan menyebabkan seseorang masuk ke dalam syurga.

Ketiga:  Pengertian iman, sebagaimana disebutkan oleh para ulama adalah :

تصديق بالجنان، وقول باللسان، وعمل بالجوارح والأركان؛ يزيد بالطاعة، وينقص بالمعصية

“ Membenarkan dengan hati, mengatakan dengan lisan, mengamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan “

Dari pengertian di atas, seseorang tidak dikatakan beriman jika hanya membenarkan dengan hati tanpa mengucapkannya, sebagaimana Fir’aun, atau mengucapkannya tanpa mengamalkannya, sebagaimana Iblis, atau mengamalkannya tapi tidak membenarkannya dengan hati, sebagaimana orang-orang munafik.

Keempat: Adapun amal sholeh yang diterima oleh Allah dan menyebabkannya masuk syurga adalah amal sholeh yang diniatkan karena Allah dan sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.  Hal ini ini sesuai dengan firman Allah  :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُور     

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs Al Mulk: 2)

Berkata al-Fudhail bin Iyadh :

أحسن عملاً أخلصه وأصوبه  ، العمل لا يقبل حتى يكون خالصاً صواباً ، فالخالص إذا كان لله والصواب إذا كان على السنة

“ Yang paling amalnya maksudnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Suatu amal tidaklah akan diterima oleh Allah, sampai mempunyai dua sifat ; murni dan benar. Murni adalah jika amal itu dilakukan hanya karena Allah semata, sedang benar adalah jika amal tersebut berdasarkan sunnah. “  (lihat Muhammad Syarbini di dalam tafsir as-Siraj al-Munir: 4/ 244)