Karya Tulis
1320 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (7) Berwudlu dan Shalat Dua Rekaat


  عن أبي هريرة رضى الله عنه : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ       

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu pada sholat Subuh : “Wahai Bilal, beritahulah kepadaku suatu amalan yang paling engkau harapkan ( untuk mendapatkan pahala paling besar ) yang engkau lakukan selama dalam Islam? Karena aku mendengar suara gerakan kedua sandalmu di hadapanku di surga.” Bilal berkata : “Tidaklah aku mengamalkan suatu amalan pun yang paling aku harapkan, selain setiap aku berwudhu, baik di malam hari atau siang hari, kecuali aku shalat dengan wudhu tersebut, sesuai yang Allah tentukan  bagiku.”” (HR. Bukhari dan Muslim )

Pelajaran dari Hadist :

Pertama : Bahwa sholat adalah amalan paling utama yang menyebabkan seseorang masuk syurga. Sebaliknya orang yang meninggalkan sholat akan menyebabkannya masuk neraka.

Kedua : Amalan yang dilakukan sendiri jauh dari keramaian orang lebih utama dari amalan yang dilakukan terang-terangan di hadapan manusia, karena hal itu mendorong pelakunya untuk berbuat ikhlas karena Allah dan tidak ingin mendapatkan pujian dari manusia. Ini berlaku untuk amalan yang sunnah. Adapun amalan yang wajib, maka sebaiknya dilakukan di depan manusia untuk menghilangkan prasangka buruk orang lain bahwa dia tidak melaksanakan kewajiban, seperti halnya sholat berjama’ah, puasa Ramadhan dan haji.

Ketiga : Dianjurkan menanyakan kepada orang sholeh tentang suatu amal yang sering dilakukannya, sehingga bisa ditiru oleh orang lain.

Keempat : Dianjurkan seorang guru untuk sering menanyakan kepada muridnya tentang keadaannya dan aktivitas yang dilakukannya, sehingga guru tersebut bisa memberikan motivasi kepadanya dan mendorongnya untuk meningkatkan aktivitas yang bermanfaat dan melarang aktivitas yang merusak.

Kelima :  Dibolehkan melakukan sholat sunnah yang mempunyai sebab ( Dzatu al-Asbab ) kapan saja, termasuk di dalamnya sholat karena habis berwudhu, walaupun pada waktu-waktu terlarang.

Keenam : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam bermimpi masuk syurga dan mendengar bunyi sandalnya Bilal. Hal ini dikuatkan dengan hadist Buraidah radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam bermimpi melihat istana Umar dan mendengar bunyi sandal Bilal di depannya. Dan hal itu tidak serta merta menunjukkan bahwa Bilal masuk syurga dulu sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam.

Ketujuh : Di dalamnya terdapat anjuran untuk selalu berada dalam keadaan berwudhu, kemudian melakukan sholat sunnah sesudahnya.

Kedelapan : Hadist di atas menunjukkan bahwa syurga sudah ada sejak sekarang.