Karya Tulis
2355 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (9) Memperbanyak Sujud kepada Allah

Dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

      كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

"Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga -dia berkata, 'Atau dia selain itu'. Aku menjawab, 'Itulah yang dia katakan-maka beliau menjawab, 'Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud'." (HR. Muslim : 754)

 Pelajaran dari Hadist :

Pertama : Memperbanyak sujud dalam hadits di atas maksudnya adalah memperbanyak sholat sunnah. Berkata an-Nawawi di dalam Syareh Shahih Muslim ( 4 / 206  ) :

“ Hadist di atas terdapat anjuran untuk memperbanyak sujud, dan yang dimaksud sujud di sini adalah sujud di dalam sholat.  Hadist ini merupakan dalil bahwa memperbanyak sujud lebih utama dari memperpanjang ketika berdiri. “

Kedua : Bersujud menjadi salah satu jalan menuju syurga karena sujud merupakan posisi di mana seorang hamba paling dekat dengan Allah.  Sebagaimana tersebut dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :  

أقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

 “ Posisi hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya.” ( HR.Muslim, 483 ) 

Hadist ini sesuai dengan firman Allah :

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“ Dan sujud dan mendekatlah . “ ( Qs. al-‘Alaq : 19 )

Ketiga : Sujud merupakan simbol tawadhu’ dan ibadah kepada Allah, karena ketika sujud seseornag meletakkan anggota badan yang paling dia muliakan dan yang paling tinggi posisinya, yang kemudian begitu saja diletakkan di atas tanah yang diinjak setiap hari.

Keempat : Hadist di atas menunjukkan bahwa seseorang yang menyatakan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam harus dibuktikan dengan memperbanyak sujud kepada Allah. Dan barang siapa yang menyatakan cintanya kepada Allah, maka harus mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Berkata al-Munawi di dalam Faidhu al-Qadir (  4/440) :

          وفيه أن مرافقة المصطفى صلى الله عليه وسلم في الجنة من الدرجات العالية التي لا مطمع في الوصول إليها إلا بحضور الزلفى عند الله في الدنيا بكثرة السجود انظر أيها المتأمل في هذه الشريطة وارتباط القرينتين لتقف على سر دقيق فإن من أراد مرافقة الرسول صلى الله عليه وسلم لا يناله إلا بالقرب من الله ومن رام قرب الله لم ينله إلا بقرب حبيبه  (قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله) أوقع متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم بين المحبتين وذلك أن محبة العبد منوطة بمتابعته ومحبة الله العبد متوقفة على متابعة رسوله صلى الله عليه وسلم.

“ Dalam hadist tersebut diterangkan bahwa menemani Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di syurga merupakan derajat yang tinggi yang tidak bisa dicapai kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memperbanyak sujud.  Maka lihatlah, wahai pemerhati terhadap syarat ini dan hubungannya antara dua indikasi, agar anda mengetahui suatu rahasia yang sangat halus, bahwa barang siapa yang menginginkan untuk menemani Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dan barang siapa ingin dekat dengan Allah, maka tidak akan mendapatkannya kecuali harus mendekati orang yang dicintainya ( yaitu nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ) Allah berfirman ( Qs. Ali Imran : 31 ) : ( Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." .) Di sini mencintai Rasul terletak antara dua kecintaan. Hal itu karena kecintaan hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). Dan kecintaan Allah kepada hamba tergantung kepada keikutannya ( kepada Rasulullah ). “

Kelima : Memperbanyak sujud adalah salah satu aktivitas yang menyehatkan otak manusia. Dr. Fidelma O Leary, Ph d,  Neuroscience dari St. Edward’s University, dalam penelitiannya menemukan sejumlah fakta, diantaranya bahwa aktivitas sujud ternyata membawa dampak positif di dalam kesehatan.. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Urat syaraf ini baru bisa dimasuki darah pada saat manusia bersujud.  Dan yang lebih mengejutkan lagi, bahwa urat syaraf ini hanya memerlukan darah pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu pada waktu-waktu shalat lima waktu.

Menurut Prof. Hembing,  bahwa jantung letaknya di bawah otak, maka   dia hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia,  dengan memperbanyak sujud, apalagi jika sujudnya lama, maka hal itu akan menambah kekuatan aliran darah ke otak . Hal itu karena pada sujud, jantung manusia sedang berada di atas otak kepala, sehingga darah bisa mengalir ke otak secara maksimal.

Dr. Muhammad Dhiyauddin Hamid, seorang dosen ilmu biologi dan ketua departemen radiasi makanan di pusat teknologi radiasi Kairo, dalam penelitiannya menemukan bahwa sujud bisa menyembuhkan penyakit  nervous, ( salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku, seperti grogi, gelisah, dan takut)