Karya Tulis
1713 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (10) Baca Ayat Kursi Setelah Shalat


Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

        مَنْ قرَأَ أَيَةَ الْكُرْسِي فيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ لَمْ يَحُلْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ  دُخُوْلِ اْلجَنّةِ إِلاَّ اْلمَوْتَ

“Barang siapa yang membaca ayat kursi setiap kali selepas sholat, maka tidak ada penghalang antaranya dan masuk syurga selain kematian” ( HR. an- Nasai dan dishahihkan Ibnu Hibban ) 

Pelajaran dari Hadist :

Pertama : Hadist di atas menunjukkan keutamaan ayat Kursi, bahwa yang membacanya dan merenunginya setiap selesai sholat lima waktu, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah menjaminnya dengan syurga. 

Kedua : Yang dimaksud (dubur) adalah belakang, yaitu di setiap selesai  sholat lima waktu. Artinya bahwa ayat kursi ini bisa dibaca setelah beristighfar dan berdzikir, serta bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Bisa juga ayat kursi ini dibaca sebelum berdzikir. 

Ketiga : Tidak ada yang menghalangi seseorang yang membaca ayat kursi setiap selesai sholat, kecuali kematian. Artinya setelah mati, maka secara otomatis dia akan masuk syurga. Sebagian ulama mengatakan kecuali mati dalam keadaan kafir, maka dia tidak akan masuk syurga. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa seseorang yang selalu membacanya setiap selesai sholat kemudian mati dalam keadan maksiat, maka tidak menghalanginya ( lihat Mirqatu al Mafatih ( 4/62).

Keempat : Hadist di atas juga menunjukkan bahwa seorang muslim tidaklah masuk syurga kecuali setelah dia mati. Dalam keadaan masih hidup di dunia maka dia tidak akan masuk syurga.

Kelima : Termasuk keutamaan ayat kursi selain yang disebut adalah sebagaimana di dalam hadist Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya :

     يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ»؟ قَالَ : قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ»؟  قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ . قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ :«وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ»

      “ Wahai Abu Mundzir, apakah engkau tahu  ayat apa yang terdapat di dalam Kitab Allah yang ada pada dirimu yang paling agung ?” Beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliaupun menanyakan lagi : “ Wahai Abu Mundzir, apakah engkau tahu  ayat apa yang terdapat di dalam Kitab Allah yang ada pada dirimu yang paling agung ? Kemudian aku  menjawab, “Allahu La ilaha Illallah huwa al-Hayyu al-Qayyum (Ayat kursi) ." Maka beliau menepuk dadaku seraya  mengatakan :  “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda.” ( HR Muslim )