Karya Tulis
1079 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (18) Sabar atas Kematian Orang Tercinta

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Allah Ta'ala berfirman: 'Tidak ada balasan yang sesuai di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian ia rela dan bersabar kecuali syurga.” ( HR. Bukhari : 5944 )

Pelajaran dari Hadist  :

Pertama : Bahwa Allah kadang menguji hamba-Nya dengan kematian orang-orang yang dicintainya di dunia, seperti anak dan istri serta kerabat-kerabat dekatnya. Jika dia sabar dan mengharap pahala dari Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik di dunia dan dengan syurga di akherat kelak.

Kedua : Ini juga menunjukkan bahwa al-Jaza min Jinsi al-‘Amal ( Balasan sesuai dengan amal perbuatan ).  Balasan syurga sesuai dengan kesabaran dan ketabahannya di dalam menghadapi ujian yang begitu berat, karena harus berpisah dengan orang-orang yang dicintainya. Artinya dia tetap tegar dan bergantung kepada Allah serta hanya mengharap kepada-Nya, dan tidak bergantung kepada yang orang yang dicintainya. Kesabaran dan ketabahannya menunjukkan bahwa cintanya kepada Allah jauh lebih besar dari cintanya kepada orang paling dekat dalam hidupnya. Dengan demikian, dia telah menerapkan kalimat tauhid di dalam hidupnya, maka sangat tepat jika pahalanya adalah syurga.

Ketiga :  Sesuai dengan fitrah manusia, seseorang biasanya sangat mencintai anak-anaknya melebihi cintanya kepada yang lain, bahkan dari istrinya sendiri. Karena anak-anaknya adalah darah dagingnya sendiri yang akan meneruskan perjuangannya. Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan besarnya kecintaan seseorang kepada anak-aanak kandungnya, seperti firman Allah :

      يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ  وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ

“ Sedang mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya. Dan istrinya dan saudaranya,. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.” ( Qs al-Ma’arij : 12- 14 )

Ayat di atas menyebutkan urutan orang-orang yang paling dicintainya untuk bisa menebus dirinya dari adzab Allah, dan yang palig pertama adalah anak dan seterusnya.       

Keempat : Terdapat hadist-hadist lain yang menguatkan hadist di atas, diantaranya adalah hadist Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ احْتَسَبَ ثَلَاثَةً مِنْ صُلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ فَقَامَتْ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ أَوْ اثْنَانِ قَالَ أَوْ اثْنَانِ

"Barang siapa berharap pahala dari ketiga anak kandungnya -yang telah meninggal dunia-, maka ia akan masuk surga." Lalu ada seorang wanita berdiri, ia berkata, "Bagaimana dengan dua anak? " beliau bersabda : "Atau dua anak”. ( HR. Nasai : 1849 )

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ بَيْنَهُمَا ثَلَاثَةُ أَوْلَادٍ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ الْجَنَّةَ

"Tidaklah dua orang muslim meninggal dunia, di antara keduanya ada tiga orang anak (mereka adalah tiga bersaudara) yang belum berusia dewasa, kecuali Allah akan memasukkan keduanya ke surga dengan keutamaan rahmatNya kepada mereka. ( HR. Nasai : 1853 )

Kelima : Bahwa Allah mempunyai keutamaan yang agung dan karunianya kepada hamba-Nya sangatlah besar, bagaimana tidak ? dunia dan seisinya ini adalah milik Allah termasuk manusia dan keluarganya, jika Allah mengambilnya dari manusia itu adalah hak Allah, walaupun begitu Allah memberikan ganti kepada seseorang yang telah diambil orang yang dicintainya dengan syurga di sisi-Nya.