Karya Tulis
879 Hits

Banyak Jalan Menuju Syurga: (19) Sabar Atas Kebutaan Kedua Mata

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ أَذْهَبْتُ حَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ وَاحْتَسَبَ لَمْ أَرْضَ لَهُ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ

“Allah 'azza wajalla berfirman: "Barangsiapa yang Aku lenyapkan kedua matanya, lantas ia bersabar dan mengharap pahala, aku tidak merelakan pahala baginya selain surga." ( HR. Tirmidzi : 8140 )

Pelajaran dari Hadist :

      Pertama : Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai ujian dengan tujuan untuk mengetahui hakikat keimanan mereka kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya :

الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ( Qs. al-Ankabut : 1-3 )

      Kedua : Ujian yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya bisa berupa kebaikan, rizqi yang melimpah, kesehatan, jabatan dan lainnya. Jika dia bersyukur dan menggunakan nikmat itu untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan menambahkan nikmat kepadanya dan menjanjikannya masuk syurga.

      Ketiga : Ujian tersebut kadang berupa keburukan, kesempitan rizqi, sakit yang terus menerus, dan hilangnya salah satu anggota badannya. Jika hamba tersebut sabar terhadap ujian tersebut dan berhusnudhan terhadap Allah, maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang besar berupa syurga dan akan menggantikannya dengan yang lebih baik

      Keempat : Nikmat anggota badan yang paling dicintai seseorang adalah kedua matanya, karena dengannya dia bisa melihat keindahan ciptaan Allah untuk kemudian bersyukur dan menyembah kepada Penciptanya. Jika dia melihat sesuatu yang dilarang oleh Allah, maka dia memalingkan pandangan darinya dan menjauhi dari segala larangan-Nya.

      Oleh karena itu, jika Allah menguji dengan hilangnya kedua anggota badan yang paling dicintainya tersebut, dan dia bersabar dengan ujian tersebut serta mengharap pahala dari Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan syurga. 

      Bagaimana sabar yang bisa memasukkannya ke dalam syurga ? Berkata al-Mubarakfuri di dalam Tuhfatu al-Ahwadzi ( 7/70 )

      المراد أنه يصبر مستحضرا ما وعد الله به الصابر من الثواب لا أن يصبر مجردا عن ذلك لأن الأعمال بالنيات

      “ Berkata al-Hafidh Ibnu Hajar, dia bersabar seraya meyakini akan janji  Allah yang dijanjikan kepada orang yang sabar. Jadi bukan sekedar sabar tanpa ada keyakinan semacam itu, karena sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya. “

      Kelima : Perlu diketahui bahwa ujian yang diberikan Allah kepada hamba-Nya  di dunia ini, bukan tanda bahwa Allah murka kepadanya, dan bukan pula sebaliknya bahwa kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya menunjukkan bahwa Allah mencintainya, tetapi semua adalah ujian sebagaimana firman-Nya :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ 

“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.  Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.”

( Qs. al-Anbiya’ : 35 )

      Juga sebagaiman firman-Nya :

      فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)

“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".  ( Qs, al –Fajr : 15-16 )

      Keenam : Tujuan Allah menguji hamba-Nya dengan sesuatu yang tidak disenanginya adalah untuk menghindarkan hamba-Nya dari sesuatu yang berbahaya atau untuk mengapus dosa-dosanya dengan ujian tersebut atau untuk mengangkat derajatnya di dunia dan akherat. Jika semua itu dihadapi dengan penuh ridha dan pasrah, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.