Karya Tulis
705 Hits

Banyak Jalan Menuju Surga: (27) Menjenguk Orang Sakit

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

 "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka dia senantiasa berada dalam sebuah taman surga sampai dia pulang kembali." ( HR. Muslim, 4658 )

 Pelajaran dari Hadits  :

Pertama : Menjenguk orang sakit merupakan salah satu hak seorang muslim yang hendaknya dia tunaikan untuk saudaranya yang muslim, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab:Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka jawablah ( dengan mendatanginya ), bila dia meminta nasihat maka nasihatilah, bila dia bersin dan memuji Allah, maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka kunjungilah, dan bila ia meninggal dunia maka ikutilah  (jenazahnya .” (HR. Muslim, 2162)

Kedua : Khirfah adalah petikan dari buah-buahan di kebun dan taman.

Berkata al-Hafidh Zainuddin Abdur ar-Rauf al-Munawi di dalam at-Taisir bi Syarh al-Jami ash-Shaghir  ( 2/832 ) :

      لم يزل كأنه في بستان يجتنى منه الثمر شبه ما يحوزه العائد من الثواب بما يحوزه المخترف من الثمر

“ Seakan-akan orang yang menjenguk orang sakit berada di dalam kebun sambil memetik buah-buahannya. Rasulullah memitsalkan orang yang menjenguk orang sakit akan mendapatkan pahala seperti orang yang sedang memetik buah-buahan.” 

       Ketiga : Hadist  di atas dikuatkan dengan hadits Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

            مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

      "Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka ada penyeru dari langit yang menyeru, "Kamu telah baik, baik pula perjalananmu, dan kamu akan menempati syurga sebagai tempat  tinggal .”  ( HR. Ibnu Majah : 1433 )

       Keempat : Orang yang menjenguk orang sakit, sesungguhnya dia telah menghiburnya dan meringankan beban sakitnya, karena orang yang sedang sakit tersebut merasa ada yang masih mau memperhatikannya di saat dia lemah dan membutuhkan bantuan. Orang yang menjenguk orang sakit mempunyai peran besar dan sangat membantu untuk kesembuhan si sakit. Tentunya orang seperti ini pahalanya sangat besar pula di sisi Allah, sampai mendapatkan syurga.

      Kelima : Orang yang menjenguk orang sakit adalah orang yang sangat peduli dengan lingkungan, peduli dengan nasib orang lain yang ada disekitarnya. Orang yang selalu membawa berkah bagi masyarakat, orang yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya.

      Keenam : Terdapat hadist-hadist lain yang menunjukkan keutamaan menjenguk orang sakit diantaranya : hadits Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِيْ. قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُوْدُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِيْ فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِيْ عِنْدَهُ

Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Rabb alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit,  tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila engkau menjenguknya, niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya? “ (HR. Muslim, 2569 )

       Begitu juga hadits  Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

Barang siapa yang mendatangi saudaranya yang muslim (dalam keadaan sakit ) untuk menjenguknya, maka seakan-akan dia berjalan sambil memetik buah-buahan di syurga sehingga dia duduk. Apabila dia duduk, maka rahmat Allah akan menyelimutinya. Bila dia melakukannya di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila dia melakukannya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari. (HR.Abu Daud, 3098, Ibnu Majah. 1442, Ahmad, 976 )

      Ketujuh : Diantara adab-adab menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut :            Pertama : Memilih waktu yang tepat untuk menjenguk, Kedua : Tidak berlama-lama ketika menjenguk, Ketiga : Menanyakan keadaannya, Keempat : Mendoakannya agar segera diberi kesembuhan, Kelima : Memberikan motivasi supaya tidak berputus asa, Keenam  : Mengingatkan akan pahala yang besar bagi yang sabar,         Ketujuh : Tidak banyak bertanya yang memberatkannya, Kedelapan : Meminta doa darinya.