Karya Tulis
806 Hits

Tangga-Tangga Kesuksesan Belajar: (13) Menyampaikan Ilmu

 Ilmu jika tidak disampaikan maka akan hilang dan lupa. Para ulama, mereka menjadi ulama karena selalu menyampaikan ilmu mereka kepada orang lain, baik secara lisan dengan mengajarkan mereka di masjid-masjid atau di majlis-majlis ilmu, maupun secara tulisan dengan menulis dan mengarang buku-buku.

Termasuk para penghafal al-Qur’an, mereka akan terus menjaga hafalan mereka, jika mereka menjadi imam sholat umpamanya, atau menyimak bacaan al-Qur’an dari para murid-murid yang belajar darinya, atau sering mengikuti lomba-lomba menghafal al-Qur’an. Itu semua sangat mendukung untuk menjaga ilmu yang sudah mereka miliki.

Dahulu, para ulama di masa-masa belajar mereka, untuk menghafal suatu hadist, ada yang memberanikan diri pergi ke pasar atau di tempat-tempat keramaian, kemudian menyampaikan hadist-hadits yang sudah dihafal di depan mereka. Tujuannya agar hafalannya terjaga dan mudah-mudahan orang yang mendengarnya bisa mengambil manfaat darinya.

 Di dalam al-Qur’an dan Sunnah terdapat perintah untuk menyampaikan ilmu dan larangan untuk menyembunyikannya, diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : Firman Allah,

وَاَنْزَلْنَا اِلَيْكَ الذّكْرَ لِتُبَيّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزّلَ اِلَيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya. “ (Qs. an-Nahl : 44)

Kedua : Firman Allah,

ياَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلّغْ مَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبّكَ، وَ اِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسلَتَه، وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ، اِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِى اْلقَوْمَ اْلكفِرِيْنَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. ( Qs. al-Maidah : 67)

Ketiga : Firman Allah,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ اْلبَيّنتِ وَ اْلهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنّهُ لِلنَّاسِ فِى اْلكِتبِ اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ. اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اَصْلَحُوْا وَ بَيَّنُوْا فَاُولئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

 “ Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Aku-lah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Qs. al-Baqarah: 159 – 16)

 Kempat : Firman Allah,

 اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللهُ مِنَ اْلكِتبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِه ثَمَنًا قَلِيْلاً اُولئِكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيمَةِ وَلاَ يُزَكّيْهِمْ ، وَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

 “ Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” ( QS. al-Baqarah : 174)

Kelima : Hadist Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ.

  "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya". (HR. al-Bukhari)

 Keenam : Hadist Abdullah bin 'Amr, radhiyallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَلّغُوْا عَنّيْ وَلَوْ آيَةً

 "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat". (HR. al-Bukhari)

 Ketujuh : Hadits Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ اَوْعَى مِنْ سَامِعٍ.

 "Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengar sesuatu dariku lalu menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, karena kadangkala orang yang diberi penyampaian itu lebih bisa memahami daripada orang yang mendengar langsung". (HR. at-Tirmidzi, 2795, beliau berkata : Ini hadits Hasan Shahih )

 Kedelapan : Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 مَنْ دَعَا اِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلاَجْرِ مِثْلُ اُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا اِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلاِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثاَمِهِمْ شَيْئًا.

 "Barangsiapa yang mengajak orang kepada suatu petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun". (HR. Muslim )

 Kesembilan : Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ فَكَتَمَهُ اُلْجِمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

 "Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang ia ketahui, lalu dia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat ia akan dikendali dengan kendali api neraka". (HR. at-Tirmidzi, 2787, dan beliau hasankan )

           Kesepuluh : Atsar Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya beliau berkata :

 اِنَّ النَّاسَ يَقُوْلُوْنَ: اَكْثَرَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ. وَلَوْلاَ آيَتَانِ فِى كِتَابِ اللهِ مَا حَدَّثْتُ حَدِيثًا ثُمَّ يَتْلُوْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ اْلبَيّنتِ وَ اْلهُدى اِلَى قَوْلِهِ الرَّحِيْمُ.

 “ Sesungguhnya orang-orang berkata : "Abu Hurairah sangat banyak meriwayatkan hadits". Seandainya bukan karena dua ayat di dalam Kitab Allah ini, saya tidak akan meriwayatkan walau sebuah haditspun. Kemudian dia membaca ayat " Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk sampai firman-Nya: … lagi Maha Penyayang ". (Al-Baqarah 159-160). (HR. al-Bukhari )

        Kesebelas : Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ أَتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ وَرَجُلٌ أَتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

”Tidak boleh hasad kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang Allah berikan kepadanya harta dan ia menggunakannya dalam kebenaran dan orang yang Allah berkan kepadanya hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya,” (HR. al-Bukhari )

Keduabelas : Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

            مَثَلُ الَّذِى يَتَعَلَّمُ اْلعِلْمَ ثُمَّ لَا يُحَدِّثُ بِهِ كَمَثَلِ الَّذِى يَكْنِزُ اْلكَنْزَ فَلاَ يُنْفِقُ مِنْهُ


            “Perumpamaan orang yang menuntut ilmu lalu ia tidak mau menyampaikannya adalah seperti orang yang menimbun harta namun ia tidak mau menginfakkan sebahagian darinya”. (HR. ath-Thabrani, 689 dan dihasankan oleh as-Suyuti di dalam al-Jami’ ash-Shaghir, 8137, lihat juga ash-Shahihah, 3479)

          Berkata al-Hasan al-Bashri : “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ilmu, lalu aku mengajarkannya kepada seorang muslim di jalan Allah, lebih aku cintai daripada aku mempunyai dunia seluruhnya”.