Karya Tulis
788 Hits

Keutaamaan Ta’ziyah

Ada beberapa hadist yang menunjukkan keutamaan berta’ziyah kepada orang-orang  yang mendapatkan musibah, diantaranya adalah :

Pertama : Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

 “ Barangsiapa yang berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.”(HR.  Tirmidzi, 1073 dan Ibnu Majah, 1602, Berkata an-Nawawi di dalam al-Adzkar ( hlm.148 ) : hadist ini sanadnya lemah )

 Kedua : Hadits Amru bin Hazim dari bapaknya dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلَّا كَسَاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ مِنْ حُلَلِ الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“ Tidaklah dari seorang mukmin berta’ziyah kepada saudaranya karena suatu musibah, kecuali Allah akan memakaikan kepadanya pada hari kiamat mahkota kehormatan. “ ( HR. Ibnu Majah, 1601 di dalamnya terdapat Qais Abu Imarah, didhaifkan oleh al-Bukhari. Ibnu Mulqin juga mendhaifkan hadits ini )

Ketiga : Hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu  bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

من عَزَّى أخاه المؤمن في مصيبته كساه الله حلة خضراء يحبر بها يوم القيامة

“ Barang siapa yang berta’ziyah kepada saudaranya yang beriman karena suatu musibah, kecuali Allah akan memakaikan kepadanya mahkota hijau yang dia bangga dengannya  pada hari kiamat.” (HR. Al-Khatib al-Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad (7/397). Hadist ini Hasan sebagaimana di dalam Irwa’ al-Ghalil : 3/217)

Keempat : Hadist Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata,

          مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِي وَلَمْ تَعْرِفْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى

          “ Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kubur. Maka Beliau berkata,: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah". Wanita itu berkata,: "Menjauhlah dari saya, karena kamu tidak mengalami musibah seperti yang aku alami ". Wanita itu tidak mengetahui beliau. Ketika hal itu  diberitahu kepadanya, maka wanita tersebut mendatangi rumah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ternyata beliau tidak ada pengawalnya, dan dia berkata; "Maaf, tadi aku tidak mengetahui anda". Maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya sabar itu pada saat pertama datang musibah". ( HR. Bukhari,1203 dan Muslim, 926)