Karya Tulis
626 Hits

Lafadh Ta’ziyah

Tidak ada lafadh secara khusus untuk berta’ziyah. Tetapi  yang paling utama adalah lafadh seperti yang diriwayatkan Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bahwa putri nabi memberitahukan kepada beliau bahwa salah satu anaknya meninggal, supaya beliau datang, maka beliau menyampaikan pesan kepadanya :

أَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“ Sesungguhnya milik Allah-lah  apa yang Dia ambil, dan kepunyaan-Nyalah apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah. (HR. Bukhari,1284 dan Muslim, 923)

          Di sana ada lafadh lain seperti dalam riwayat Ummu Salamah  radhiyallahu ‘anha bahwasanya beliau berkata :  

دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى أَبِى سَلَمَةَ وَقَدْ شُقَّ بَصَرُهُ فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ :« إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ ». فَصَيَّحَ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ فَقَالَ :« لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤْمِنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ ». ثُمَّ قَالَ :« اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَبِى سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِى الْمَهْدِيِينَ ، وَاخْلُفْهُ فِى عَقِبِهِ فِى الْغَابِرِينَ ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ ، اللَّهُمَّ أَفْسِحْ لَهُ فِى قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ ».

          “ Suatu ketika Rasulullah masuk menemui Abu Salamah yang matanya masih terbuka, kemudian beliau menutupnya, kemudian beliau bersabda : “ Sesungguhnya ruh jika dicabut, maka akan dikuti oleh mata si mayit.”Maka banyak dari keluarganya yang berteriak, maka beliau bersabda :“Janganlah kalian berdoa kepada diri kalian kecuali yang baik-baik saja, karena malaikat akan mengamini apa yang kalian katakan. Kemudian beliau berdoa :“Wahai Allah, ampunilah Abu Salamah, naikkanlah derajatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya.” ( HR. Muslim, 920 )

           Begitu juga lafadh lain sebagaimana di dalam hadits Abdullah bin Ja’far radhiyallahu 'anhu         , ketika nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berta’ziyah atas kematian bapaknya beliau berdo’a : 

اللهُمَّ اخْلُفْ جَعْفَرًا فِي أَهْلِهِ، وَبَارِكْ لِعَبْدِ اللهِ فِي صَفْقَةِ يَمِينِهِ "، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ،

 “ Ya Allah, gantikan J’afar pada keluarganya, dan berkatilah Abdullah di dalam perdagangannya “(beliau ucapkan tiga kali)“ ( HR. Abu Daud, 4192, Nasai, 8604, Ahmad, 240 )

 Boleh mendoakan dengan doa-doa lain yang dipilih oleh yang berta’ziyah, seperti :

رَحِمَكَ اللهُ وَآجَرَكَ

“ Semoga Allah merahmatimu, dan memberimu pahala.” (lihat al-Qarrafi di dalam adz-dzakhirah(2/481)

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَكَ

“ Semoga Allah melipatkan pahalamu, memberimu pelipur lara yang baik, dan semoga Dia memberikan rahmat kepada si mayit.” ( lihat Ibnu Qudamah, al-Mughni (3/486)