Karya Tulis
516 Hits

Bentuk-bentuk Ta’ziyah

Banyak cara untuk berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama : mendoakan mayit agar mendapatkan ampunan dan mendoakan yang hidup agar tetap tabah dan sabar. Sebagaimana dalam hadist Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bahwa putri nabi memberitahukan kepada beliau bahwa salah satu anaknya meninggal, supaya beliau datang, maka beliau menyampaikan pesan kepadanya :

أَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“ Sesungguhnya milik Allah-lah  apa yang Dia ambil, dan kepunyaan-Nyalah apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah. (HR. Bukhari,1284 dan Muslim, 923)

Kedua : Menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan membantu memasakkan makanan untuk mereka dan menyediakan hal-hal yang mereka perlukan. Ini sesuai dengan hadits sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَر طَعَاماً فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْر يشغلهُمْ -أو أتاهم ما يشغلهم-

           “ Buatkan makanan untuk keluarga Ja’far, karena mereka sedang tertimpa ( musibah ) yang menyibukkan mereka.“ (Hadits Hasan Riwayat Abu Daud, 3116, Tirmidzi, 1003, Ibnu Majah, 1610, Shahih Ibnu Majah, 1316)

 

Ketiga : Menemani mereka dan mengihur mereka dengan menceritakan kesabaran orang-orang dahulu dan memotivasi mereka agar tetap tabah dan sabar.

Keempat :  Mengurusi anak-anak mereka dan menggabungkan dengan anak-anak lain, agar mereka bermain bersama sehingga mereka lupa dengan kesedihan yang menimpa keluarga mereka.