Karya Tulis
648 Hits

Sejarah Ahlus Sunnah wal Jama’ah


Para ulama menjelaskan bahwa istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sudah ada semenjak sahabat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tepatnya ketika Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menafsirkan surat Ali Imran :106, yang berbunyi :

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ  فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Pada hari yang di waktu itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.”(Qs.Ali Imran:106)

          Berkata bin Abbas radhiyallahu anhuma :  

فأمَّا الذين ابيضت وجوههم، فأهل السنة والجماعة، وأمَّا الذين اسودت وجوههم، فأهل البدع والضلالة

          “Adapun orang yang putih wajahnya mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adapun orang yang hitam wajahnya mereka adalah Ahlul Bid’ah dan Sesat.” ( Tafsir Ibnu Katsir,1/419)

          Kemudian berlanjut pada zaman Tabi’in, sebagaimana perkataan Sa’id bin Jubair ketika menafsirkan firman Allah :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Qs. Thoha :82)

Berkata Sa’id bin Jubair : “ Yaitu terus berada di dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah.” (Tafsir Ibnu Katsir:3/162)

Berkata Sufyan ats-Tsauri : “ Jika sampai kepadamu berita dari seorang laki-laki di Timur bahwa dia memegang sunnah, dan yang lain berada di Barat, maka kirim salam kepada mereka berdua dan doakan keduanya, betapa sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah “(al-Lalikai, Syareh Ushul al-I’tiqad, 1/64)

          Berkata Ibnu Taimiyah di dalam Minhaju as-Sunnah (2/601):  

ومذهب أهل السنة مذهب قديم معروف قبل أن يَخلُق الله - تعالى - أبا حنيفة ومالكًا والشافعي وأحمد، فإنَّه مذهب الصحابة الذين تلقَّوْه عن نبيهم - صلَّى الله عليه وسلَّم

“ Madzhab Ahlus Sunnah madzab lama yang sudah diketahui sebelum Allah menciptakan Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’I dan Ahmad. Madzhab ini adalah madzhabnya para sahabat yang mereka mendapatkannya dari nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam. “