Karya Tulis
90 Hits

Tanya Jawab Seputar Shalat Sunnah (3)


Seri Fiqh Ibadah

???? PERTANYAAN:

Apakah shalat sunnah lebih baik dikerjakan di rumah ataukah di masjid?

 ???? JAWABAN:

Shalat sunnah lebih baik dikerjakan di rumah daripada di masjid. Kaidah hukum ini berlaku umum, baik di masjid biasa, Masjidil Haram, maupun Masjid Nabawi. Hal ini berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Wahai manusia sekalian, kerjakanlah shalat di rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib."

Hal ini dikuatkan dengan hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Kerjakanlah sebagian dari shalat di rumah kalian dan janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan."

•••

???? PERTANYAAN:

Apakah dalam safar kita juga dianjurkan untuk shalat rawatib?

???? JAWABAN:

Seseorang boleh shalat rawatib di dalam safarnya. Akan tetapi, sebaiknya tidak usah mengerjakannya karena dalam keadaan safar, sedangkan shalat fardu saja dianjurkan untuk diqashar. Tentu dengan sendirinya shalat rawatib pun dianjurkan untuk ditinggalkannya. Logikanya, daripada shalat rawatib, lebih baik menyempurnakan shalat fardhu.

Namun, terdapat pengecualian, yaitu dianjurkan shalat dua rakaat sebelum shalat subuh. Karena, ada hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah ketika dalam perang tetap mengerjakan shalat sunnah sebelum shalat Subuh.

Hal ini sebagaimana yang terdapat di dalam hadits Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu,
"Pada suatu perjalanan, rombongan yang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertidur pulas sehingga terlambat Shalat Subuh. Kemudian mereka terbangun karena teriknya sinar matahari, lalu mereka berpindah ketempat lain sehingga matahari tinggi. Kemudian beliau memerintahkan seorang muadzin untuk mengumandangkan adzan. Setelah Itu beliau shalat dua rakaat sebelum Subuh, lalu memerintah untuk iqamat, dan beliau pun Shalat Subuh."
      
•••

???? PERTANYAAN:

Manakah yang lebih utama, shalat sunnah rawatib di rumah atau di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi? Sebab, kebanyakan orang memandang shalat sunnah di Masjid Haram dan Masjid Nabawi lebih utama karena akan mendapatkan pahala 10000 atau 1000 kali lipat dibanding tempat lain?

????JAWABAN:

Hadist-hadits yang ada menunjukkan bahwa melaksanakan shalat di rumah lebih baik daripada shalat sunnah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena waktu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan hadits-hadits tersebut beliau berada di Madinah. Seandainya shalat di Masjid Nabawi lebih baik, tentunya beliau akan menerangkan hal itu. 

Bahkan tidak diriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau melaksanakan shalat rawatib atau shalat shalat sunnah lainnya di Masjid Nabawi, kecuali shalat sunnah yang memang pelaksanaannya di masjid maka beliau melakukan hal Itu di masjid.

•••

???? PERTANYAAN:

Kapan waktu shalat rawatib?

???? JAWABAN:

Shalat rawatib qabliyah dimulai sejak masuknya shalat fardhu hingga selesai pelaksanaan shalat tersebut, seperti halnya shalat rawatib Fajar maka dimulai sejak dikumandangkannya adzan Subuh sampai selesai pelaksanaan Shalat Subuh.

Adapun waktu shalat rawatib ba'diyah adalah semenjak selesai pelaksanaan shalat fardhu sampai habis waktunya. Misalnya, shalat rawatib setelah Zhuhur maka waktunya semenjak selesai Shalat Zhuhur hingga masuk waktu Shalat Ashar.

Wallahu A'lam

???? DR. Ahmad Zain An-Najah, MA.