Karya Tulis
68 Hits

Bab 1 Doa Shalat al-Hajah


مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَلْيُحْسِنْ الْوُضُوءَ ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لِيَقُلْ:

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

"Barangsiapa yang mempunyai hajat (keinginan) kepada Allah atau kepada seseorang dari anak Adam, maka hendaklah dia berwudlu' dengan menyempurnakan wudlu'nya, lalu melaksanakan shalat dua raka'at, memuji kepada Allah, membaca Shalawat kepada Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam, kemudian membaca: 

"Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Maha Lembut lagi Maha Pemurah, Maha Suci Allah Rabb pemilik 'Arsy yang Maha Agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, aku mengharap rahmat-Mu, ketetapan hati (untuk meraih) ampunan-Mu, mendapatkan keberuntungan dengan segala kebaikan dan keselamatan dari segala perbuatan dosa, jangan Engkau biarkan dosa padaku kecuali Engkau mengampuninya, dan jangan Engkau biarkan kegundahan kecuali Engkau membukakannya, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan-kebutuhan yang Engkau ridlai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat yang Maha Pengasih." 

(HR. at-Tirmidzi, 441 dan Ibnu Majah, 1374. Abu Isa berkata, hadis ini gharib dan dalam sanadnya ada sesutatu yang perlu dibicarakan, Fa'id bin Abdurrahman telah dilemahkan dalam masalah hadis, dan Fa'id adalah 'Abul Warqa')

***

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال : كان من دعاء رسول الله صلى الله عليه و سلم :

اللهم إنا نسألك موجبات رحمتك و عزائم مغفرتك و السلامة من كل إثم و الغنيمة من كل بر و الفوز بالجنة و النجاة بعونك من النار 

هذا حديث صحيح على شرط مسلم و لم يخرجاه

(HR. al-Hakim (1/525) dan Baihaqi, 206. Beliau mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim. Hadits ini disebutkan oleh an-Nawawi dalam al-Adzkar hal. 340 dan dihasankan oleh Abdul Qadir al-Arnauth. Sebagian ulama mendhaifkan hadits ini seperti al-Albani di dalam adh-Dhaifah (2908) dan di dalam Dhaif al-Jami’ ash-Shaghir (1184).)

Pelajaran dari hadits di atas;

Pertama, Meminta Rahmat-Nya.

 أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ

“Aku mengharap rahmat-Mu.”

(Mujibati rahmatika) artinya segala sesuatu yang mendatangkan rahmat Allah, baik itu perkataan, perbuatan maupun sifat. 

Berkata ath-Thibi, “(مُوجِبَات) jamak dari (مُوجِبَة), yaitu hal-hal yang menyebabkan pelakunya masuk surga. Ini meliputi perbuatan, perkataan dan segala sifat yang mendatangkan rahmat Allah.”

(1) Doa ini menganjurkan kita untuk meminta segala sesuatu yang mendatangkan rahmat Allah, yaitu seluruh amal shalih. Berbuat baik kepada orang lain (al-muhsinin). Allah berfirman,

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. al-A’raf: 56)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang selalu berbuat baik (al-muhsinin) itu dekat dengan rahmat Allah

Kedua, Meraih Ampunan Allah.

وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ

“Ketetapan hati (untuk meraih) ampunan-Mu.”

(عَزَائِم) dari (عزيمة) yang berarti kemauan kuat dalam hati untuk melakukan sesuatu, yaitu yang bisa menggapai seluruh ampunan Allah.

Berkata as-Suyuthi, “(مَغْفِرَتِكَ وَعَزَائِمَ) artinya hal-hal yang menyebabkan datangnya maghfirah Allah.”

Ketiga, Keberuntungan dari Segala Kebaikan.

 وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ

“Dan keberuntungan dari segala kebaikan.”

Kemudian kita diperintahkan untuk memohon ibadah yang lebih sempurna dari amal-amal shalih, yaitu taufik untuk mengerjakan seluruh kebaikan dan ketaatan dalam berbagai bentuknya. Al-ghanimah (الْغَنِيمَةَ) artinya mendapatkan sesuatu yang sangat besar. Al-ghanimah bisa juga diartikan harta rampasan perang yang biasanya bernilai tinggi. Kata al-ghanimah ini mengandung harapan yang sangat tinggi dalam mendapatkan seluruh kebaikan.

Berkata al-Qari, “Arti (al-ghanimata min kulli birr) yaitu ketaatan dan ibadah, karena keduanya merupakan ghanimah. Disebut demikian karena nafsu yang baik telah mengalahkan nafsu yang jelek. Peperangan antara keduanya akan terus berlangsung. Oleh karenanya sebagian menyebutnya dengan al-jihad al-akbar karena musuh yang paling berbahaya adalah jiwa yang ada pada diri sendiri.”

Al-birr artinya kebaikan yang begitu luas. Disebut birrul walidain yaitu berbuat baik dalam segala bentuk kepada kedua orang tua. Al-barr berarti daratan yang begitu luas. Al-abrar adalah orang-orang yang kebaikannya sangat luas.

Keempat, Keselamatan dari Segala Dosa.

 وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ

“Dan keselamatan dari segala perbuatan dosa.”

Ketika seseorang mendapatkan ampunan dari Allah terhadap dosa-dosa masa lalu, tidak ada jaminan bahwa dia akan selamat dari maksiat berikutnya dan dosa yang akan datang. Makanya diperintahkan untuk meminta keselamatan dan dihindarkan dari dosa dan maksiat yang akan datang.

Berkata al-Iraqi, “Di dalamnya terdapat pelajaran yaitu dibolehkannya meminta perlindungan dari segala dosa. Namun sebagian ulama tidak menyetujuinya. Karena ‘ishmah (perlindungan) hanya dimiliki para nabi dan malaikat. Maka jawabannya bahwa al-’ishmah bagi para nabi dan malaikat sifatnya wajib, tetapi bagi selain mereka adalah boleh. Sedangkan meminta sesuatu yang boleh hukumnya boleh. Hanya saja sebagai bentuk adab (kepada Allah dan menghormati malaikat dan para nabi) kita meminta perlindungan (al-hifzh) bukan al-’ishmah, mungkin ini yang dimaksud dari hadits di atas.” (lihat Tuhfatu al-Ahwadzi)

 

 

Kelima, Kemenangan dengan Surga.

 و الفوز بالجنة

“Dan kemenangan dengan (meraih) surga.”

Ini adalah penutup doa dengan meminta sesuatu yang paling besar yaitu menang dengan mendapatkan surga. Disebut al-fauz yaitu menang. Seakan-akan telah melakukan perlombaan yang sangat panjang dan ketat selama di dunia, sehingga dia mendapatkan kemenangan dan hadiahnya berupa surga. Jadi surga bukanlah didapat dengan duduk dan tidur-tiduran tetapi harus melalui kerja keras, bersungguh-sungguh dan terus menerus.

Keenam, Diselamatkan dari Siksa Neraka.

و النجاة بعونك من النار

“Dan kesuksesan dengan dijauhkan dari api neraka.”

Kesuksesan di akhirat tidak mungkin didapat kecuali harus dijauhkan dari api neraka. Ini sesuai dengan firman Allah,

 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali Imran, 2: 185)