Penulis
5248 Hits

Waktu Makan Buah-buahan Dalam Al Qur’an

Dalam salah satu TV Iqraa yang berpusat di Timur Tengah pernah menampilkan acara “ Mizan Ghidza fi Al Qur’an Al Karim “ ( Konsep Gizi dalam Al Qur’an ) yang diasuh oleh dr. Ghozi. Yang terkesan dari acara tersebut adalah ketika beliau menyetir ayat 20-21 dari surat Al Waqi’ah yang berbunyi :

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

“ Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”

Dalam ayat tersebut Allah swt menerangkan tentang makanan penduduk syurga. Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?

 Menurut kawan-kawan yang pernah tinggal di Barat, sebagian penduduknya membiasakan diri untuk memakan buah-buahan terlebih dahulu sebelum makan, bahkan ada yang makan pagi dengan buah-buahan. Pemandangan seperti ini jarang kita dapati di Indonesia. Karena mitos yang berlaku di Indonesia bahwa buah-buahan dimakan sesudah makan nasi, atau dimakan waktu siang hari. Tetapi ketika merenungi ayat di atas kenapa Allah swt mendahulukan buah-buahan sebelum daging ? Apakah ada kaitannya dengan kebiasaan cara makan orang Barat ? Pertanyaan itu belum terjawab.

Hari ini, saya membaca Harian Republika edisi Ahad, 24 Agustus 2008. Di situ disebutkan bahwa buah-buahan dicerna lambung dan selesai hanya dalam waktu 15-20 menit, kecuali pisang, 45 menit. Zat gula di dalam buah ini langsung memberi kita energi instan yang kita perlukan untuk bekerja sejak pagi hari. Karbohidrat (nasi, jagung, mi, roti) kalau dimakan sendiri, tanpa sayur atau lauk, akan memakan waktu dua jam untuk dicerna lambung. Sedangkan protein hewani (ayam, daging, ikan, telur) kalau tidak dicampur yang lain, memakan waktu sekitar 3-4 jam untuk dicerna lambung. Kalau mencampur karbohidrat dengan protein hewani (seperti cara makan orang Indonesia kebanyakan), lambung memerlukan waktu lebih dari enam jam untuk mencernanya.

Di situ juga disebutkan Jam Kerja Tubuh, rinciannya antara lain bahwa : Pukul 04.00 - 10.00 tubuh kita melakukan proses pembuangan sisa metabolisme dan sisa-sisa makanan dari usus besar. Kelenjar penghasil enzim pencernaan belum aktif pada jam ini. Itu sebabnya kita dianjurkan makan pagi hanya buah-buahan, sebab buah tidak memerlukan enzim yang lain selain enzim saliva yang ada di mulut kita (makanya kita harus mengunyah buah sampai lumat sebelum menelannya). Dari situ, keyakinan kepada kebenaran Al Qur’an semakin bertambah. Bahwa apa yang disebutkan oleh Allah swt dalam Al Qur’an benar adanya. Begitu juga bahwa ternyata Al Qur’an mengandung beragai hikmah-hikmah kehidupan yang sebagian besarnya belum ditemukan manusia.Ini sesuai dengan firman Allah swt :

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“ dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[1183]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Qs Luqman : 27 ) “

( Bekasi, 31 Agustus 2008 )