Penulis
2781 Hits

Syi'ah Mustahil Berdamai dengan Muhammadiyah

Warga persyarikatan Muhammadiyah tak mungkin berdamai apalagi disatukan dengan Syi’ah. Karena Syi’ah mencaci-maki para shahabat termasuk Aisyah RA istri Rasulullah SAW, sementara Muhammadiyah sangat menghormati Aisyah RA.

Hal itu diungkapkan Dr Ahmad Zain An-Najah MA di hadapan peserta kajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Rabu malam (8/2/2012) di Masjid At-Taqwa, Jalan Kramat Raya 49 Jakarta Pusat.

Dalam kajian ilmiah bertema “Bahaya Syi’ah terhadap Ideologi Muhammadiyah” itu, Doktor Zain, demikian biasa disapa, memaparkan fakta-fakta dan doktrin Syi’ah yang bertentangan dengan ideologi Muhammadiyah.

Menurut Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir periode 2007-2009 itu, upaya penyatuan Syi’ah dan Sunni adalah kemustahilan besar, karena sejak zaman shahabat, Syi’ah tidak bisa bersatu dengan Sunni. “Apakah bisa disatukan? Tidak mungkin! Sudah berabad-abad sejak zaman shahabat tidak mungkin Ahlussunnah dan Syi’ah itu bersatu,” ujarnya.

Meski ideologi Syi’ah bertentangan dengan akidah Islam, menurut Doktor Zain, jika ingin hidup berdampingan secara damai dengan umat Islam, maka kaum Syi’ah jangan mencaci maki para shahabat, terutama Aisyah RA. “Boleh saja mereka hidup di Indonesia tetapi jangan mencaci maki para sahabat, jangan mencaci maki Aisyah radhiyallahu ‘anha,” paparnya.

Bagi warga persyarikatan Muhammadiyah, penghinaan Syi’ah terhadap Aisyah RA menjadi persoalan serius, karena nama organisasi kewanitaan di Muhammadiyah dinisbatkan kepada Aisyah RA. Data-data penghujatan Syi’ah itu tersebar secara luas di berbagai buku dan rekaman video ulama Syi’ah sendiri. Karenanya, Doktor Zain mempertanyakan komitmen warga Muhammadiyah yang merangkul Syi’ah.

...Nama organisasi perempuan di Muhammadiyah dinisbatkan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Lalu Aisyah itu dicacimaki dan dituduh sebagai pelacur oleh Syi’ah...

“Nama organisasi perempuan di Muhammadiyah adalah Aisyiyah, yang dinisbatkan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Lalu Aisyah itu dicacimaki dan dituduh sebagai pelacur oleh Syi’ah,” jelasnya. “Kenapa Muhammadiyah itu merangkul kelompok yang menuduh Aisyah itu pelacur, na’udzubillahi min dzalik!” tambahnya.

Selain melecehkan Aisyah RA secara keji, jelas Doktor Zain, kaum Syi’ah juga mengafirkan para shahabat Nabi. “Dalam aqidah Syi’ah itu semua sahabat kafir kecuali empat: Salman Al-Farisi karena dari Persia, Abu Dzar Al Ghifari dan Miqdad ibnu Aswad, ditambah Ali Radhiyallahu ‘anhu,” terangnya.

Terakhir, Doktor Zain mengimbau warga persyarikatan Muhammadiyah agar mengukuhkan soliditas, jangan berpecah-belah seperti aliran sesat Syi’ah. “Syi’ah itu sektenya banyak, disebutkan oleh para ulama sampai mencapai 300 sekte. Kelompok Syi’ah itu banyak perpecahannya, makanya Muhammadiyah jangan berpecah nanti seperti aliran sesat,” pungkasnya. (www.voa-islam.com)