Tsaqafah
5505 Hits

Bumi Ini Akan Diwarisi Orang-Orang Yang Bertaqwa ( 1 )

( Khutbah Idul Fitri 1429, di Masjid Al Azhar Kalimalang Bekasi ) Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita diberi kenikmatan dan kesempatan oleh Allah swt untuk menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Kenikmatan ini harus kita syukuri dengan sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah swt :

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“ Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu meng-agungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” ( Qs Al Baqarah : 185 )

 

Salah satu bentuk kesyukuran kita kepada Allah swt adalah kita bertakbir, bertahmid dan bertasbih, meng-agungkan kebesaran Allah swt,…

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَ إلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

kita meng-agungkan Allah swt karena Dia telah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita bisa menjadi orang Islam, menjadi orang beriman, menjadi pengikut nabi Muhammad saw … Inilah kenikmatan yang paling besar dalam kehidupan kita di dunia ini. Ini sesuai dengan firman Allah swt :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai  agama bagimu.” ( Qs Al Maidah : 3 )

Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati oleh Allah swt ….

Pada kesempatan pagi hari ini, marilah kita merenungi salah satu firman Allah swt yang mengisahkan perjuangan nabi Musa as beserta para pengikutnya ketika menghadapi kekejaman Fir’aun dan balatentaranya, sebagaimana yang tersebut didalam surat Al A’raf 127-128  :

وَقَالَ الْمَلأُ مِن قَوْمِ فِرْعَونَ أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءهُمْ وَنَسْتَحْيِـي نِسَاءهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“ Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".

Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."( Qs Al A’raf : 127-128 )

Ma’asyiral Muslimin ….dari ayat di atas, kita bisa mengambil beberapa pelajaran, diantaranya adalah :

Pertama : Bahwa orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran- ajaran Allah swt serta mengajak masyarakat untuk kembali kepada Allah swt seringkali mereka menjadi korban penindasan para penguasa. Pada ayat di atas Allah swt menerangkan bahwa Fir’aun dan kroni-kroninya memberikan stigma kepada nabi Musa dan pengikutnya dengan stigma negative. Mereka dituduh sebagai kelompok yang membuat kerusakan di muka bumi ini, padahal justru sebaliknya, nabi Musa dan para pengikutnya, begitu juga para ulama dan da’I, mereka sebenarnya hanya menyampaikan perintah-perintah Allah swt, dan mengajarkan kebaikan dan kebenaran kepada masyarakat, agar mereka bisa hidup bahagia dan sejahtera di dunia ini dan di akherat kelak.

Kedua : Bagaimana sikap nabi Musa, ketika mendapatkan tekanan-tekanan, penindasan demi penindasan serta tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar yang terus menerus dilancarkan oleh Fir’aun dan kroni-kroninya ? Jawabannya seperti yang disebutkan oleh Allah swt di atas bahwa beliau berwasiat kepada para pengikutnya dengan tiga hal yang sangat penting, yang mana ketiga hal tersebut kalau kita renungkan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kehidupan kita akan bahagia dan sejahtera, bahkan kita akan dijadikan oleh Allah sebagai golongan yang akan beruntung dan mendapatkan kemenangan di akhir kehidupan ini.  Ketiga wasiat nabi Musa itulah yang akan kita bahas pada pagi hari ini.

I .Selalu Meminta Pertolongan Kepada Allah Dalam Segala Keadaan

Wasiat nabi Musa yang pertama adalah :   اسْتَعِينُوا بِاللّه    agar kita selalu meminta pertolongan kepada Allah swt dalam segala masalah yang kita hadapi. Karena kita tidak akan bisa  melaksanakan ibadah dengan baik tanpa pertolongan Allah swt. Oleh karenanya, Allah swt memerintahkan kita untuk membaca surat Al Fatihah setiap harinya, paling tidak 17 kali, karena di dalamnya terdapat ajaran untuk meminta pertolongan kepada Allah di dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, Allah berfirman :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“ Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” ( Qs Al Fatihah : 5 )

Dalam ayat at tersebut, Allah swt telah menggabungkan antara ibadah dengan isti’anah  untuk bisa beribadat dengan baik  : ( meminta pertolongan ). Hal itu menunjukkan bahwa tidak mungkin kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik tanpa adanya pertolongan dari Allah swt. Oleh karena itu, Rosulullah saw selalu memohon pertolongan kepada Allah swt agar diteguhkan hatinya

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“ Ya Allah, tolonglah aku agar aku bisa selalu berdzikir mengingat-Mu, dan agar aku selalu bersyukur terhadap nikmat-nilmat-Mu, serta agar aku selalu bisa beribadah dengan baik kepada-Mu. “

Memohon pertolongan kepada Allah swt bisa berwujud do’a dan dzikir, karena keduanya adalah wujud permintaan pertolongan kepada Allah swt. Oleh karena itu dalam berbagai hal, Allah swt selalu memerintahkan kepada kaum muslimin untuk banyak berdzikir dan mengingat-Nya. Diantara keadaan-keadaan yang kita diperintahkan untuk mengingat Allah swt adalah :

1/ Ketika menyelesaikan ibadah sholat dan bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah swt . Allah swt berfirman :

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“ Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung’ ( Qs Al Jum’at : 10 )

Dalam ayat di atas Allah menjelaskan kepada kita bahwa keberuntungan di dalam menjalankan perniagaan, begitu juga keberuntungan di dalam menjalani kehidupan yang lebih luas baik di dunia maupun di akherat adalah dengan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah swt.

2/ Ketika menghadapi musuh di medan peperangan. Allah berfirman :

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

“  Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung.” ( Qs Al Anfal : 45 )

Dalam ayat tersebut, Allah swt menerangkan bahwa salah satu unsur kemenangan di dalam medan peperangan adalah selalu menyebut nama Allah swt sebanyak-banyaknya, karena kemenangan semata-mata pemberian Allah swt bukan karena kekuatan dan kemampuan kita.

3/ Ketika hati resah.

Allah swt memerintahkan kepada kaum muslimin untuk selalu mengingat Allah swt dalam setiap saat agar hati menjadi tenang. Allah swt berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Qs Ar Ra’du : 28 )

 

II. Sabar Adalah Bekal Untuk Menjadi Pemimpin

Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd….

 

Ma’asyiral Muslimin….

Wasiat nabi Musa as yang kedua adalah : agar kita selalu bersabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan yang menimpa diri kita. Untuk melatih kesabaran tersebut,  Allah swt mewajibkan kita sebagai kaum muslimin untuk berpuasa penuh pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa . Sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”( Qs Al Baqarah: 183 )

Di dalam ibadah puasa, kita dilatih untuk bersabar dan menahan diri…. karena tidak mungkin seseorang bisa menyelesaikan ibadah puasa ini kecuali dengan kesabaran yang penuh, bagaimana tidak ? seseorang yang berpuasa bersabar menahan rasa lapar dan haus… bersabar meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa walaupun pada asalnya sesuatu itu mubah… dan ini berlangsung satu bulan penuh. Maka dengan modal kesabaran ini seseorang diharapkan menjadi orang-orang yang bertaqwa …karena salah satu arti taqwa adalah menahan diri dari apa-apa yang dilarang oleh  Allah swt.

Untuk mencapai ketaqwaan tersebut, selain dengan kesabaran menjalankan ibadah puasa, begitu juga harus dilalui dengan kesabaran di dalam menjalankan ibadah sholat, karena sholatpun tidak mungkin dilakukan dengan sempurna dan khusu’ sesuai dengan rukun dan syarat-syaratnya kecuali dengan kesabaran yang penuh. Allah memerintahkan kepada seluruh orang tua untuk mendidik anaknya dengan sabar agar mereka terus  mengerjakan ibadah sholat :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” ( Qs Toha : 132 )

Hal ini dikuatkan oleh firman Allah swt :

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

" Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu' , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya " ( QS Al Baqarah : 45 -46 )

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengerjakan sholat dengan sempurna sungguh sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’, yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan kembali kepada Allah swt.

Bahkan Allah swt telah menjelaskan kepada kita bahwa pahala yang besar disisi Allah tidak bisa diraih kecuali dengan beriman dan beramal sholeh dan tidak ada yang mampu mengerjakan itu kecuali orang-orang yang sabar.

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

“ Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".( Qs Qashas : 80 )

Salah satu unsur-unsur yang menentukan kemenangan umat Islam di dalam peperangan adalah bersabar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar .

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“  Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( Qs Al Anfal : 45-46 )

Dari keterangan ayat-ayat di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa hal seperti di bawah ini :

Pertama : Bahwa tujuan diwajibkannya kita berpuasa adalah supaya kita bisa menjadi orang yang bertaqwa. Salah satu hikmahnya bahwa dengan puasa kita dilatih untuk bersabar. Jadi dengan sabar kita akan sampai pada derajat ketaqwaan.

Kedua : Sarana untuk melatih kesabaran bukan hanya terdapat dalam puasa saja, akan tetapi terdapat juga dalam ibadah-ibadah lain, seperti sholat, dan jihad di jalan Allah swt serta amal-amal sholeh yang lain.

Ketiga ; Ternyata kita dapatkan bahwa kesabaran bisa mengantarkan kaum muslimin pada kemenangan di dalam medan peperangan. Begitu juga bisa mengantarkan kepada kemenangan melawan hawa nafsu, maka ketika telah menyelesaikan puasa selama satu bulan penuh, kita diperintahkan untuk merayakan kemenangan tersebut pada hari raya Idul Fitri seperti ini, di mana umat Islam kembali lagi kepada fitrahnya setelah satu bulan berperang dan mampu mengalahkan syetan-syetan.

Keempat : Dengan kesabaran ini pula umat Islam, bahkan umat-umat yang lalu berhak menjadi pemimpin di dunia ini. Lihatlah bagaimana Allah swt berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” ( Qs As Sajdah 24 )

Berkata para ulama berdasarkan ayat ini :

إنما تنال الولاية بالصبر و اليقين

“ Sesungguhnya kepemimpinan itu didapat dengan sabar dan keyakinan “

Imam Qurtubi menjelaskan di dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud para pemimpin pada ayat di atas adalah para nabi dan rosul, karena mereka selalu sabar di dalam melaksanakan perintah-perintah Allah, bersabar di dalam menjauhi larangan-larangan-Nya serta sabar dengan segala ujian dan cobaan yang menimpa mereka.

Hal ini dikuatkan dengan firman Allah swt :

 

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَآئِيلَ بِمَا صَبَرُواْ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُواْ يَعْرِشُونَ

“ Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka “ .(Al A’raf : 135 )

Ayat di atas menjelaskan beberapa masalah :

Pertama : Allah berjanji akan memberikan kemenangan dan kekuasaan bagi orang-orang yang tertindas di belahan bumi manapun juga, baik di belahan timur maupun barat. Ini sesuai juga dengan firman Allah swt :

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“ Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” ( Qs Al Qashas : 5 )

Kedua : Selain itu, Allah juga berjanji akan memberkati bumi yang akan ditempati orang-orang yang menang tadi dengan ditumbuhkannya berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Inilah yang dimaksud bumi yang diberkati oleh Allah swt : (الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا )

Ketiga : Itu semua bisa teralisir dan terwujud dengan syarat : mereka harus bersabar menghadapi berbagai ujian dan cobaan.

Keempat : Allah akan menghancurkan kerajaan dan kekuasaan orang-orang yang dzalim berikut bangunan-bangunan yang selama ini mereka bangun.