Tsaqafah
83 Hits

Sebab-Sebab Hilangnya Nikmat


SEBAB-SEBAB HILANGNYA NIKMAT
Dr. Ahmad Zain An-Najah

Resume Kajian Radio Dakta
Sabtu, 01 Februari 2020

عن عبد الله بن عمر - رضي الله عنهما - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam: ‘Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dan dari pindahnya keselamatan yang Engkau berikan, dan dari kedatangan sangsi-Mu yang tiba-tiba, serta dari seluruh murka-Mu’.” (HR. Muslim)

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa posisi terdekat seorang hamba dengan Allah adalah pada saat sujud. Maka perbanyaklah doa, dengan syarat doanya berbahasa Arab dan diucapkan. Bukan doa dalam hati yang berbahasa Indonesia.

Doa tambahan pada saat berdiri setelah ruku'
dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu’anhu, ia berkata:

ان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إذا رفَع رأسَه مِن الرُّكوعِ قال: ربَّنا لك الحمدُ، مِلْءَ السَّمواتِ والأرضِ، ومِلْءَ ما شِئتَ مِن شيءٍ بعدُ، أهلَ الثَّناءِ والمجدِ، أحقُّ ما قال العبدُ، وكلُّنا لك عبدٌ، اللهمَّ لا مانعَ لِما أعطَيتَ، ولا مُعطيَ لِما منَعتَ، ولا ينفَعُ ذا الجَدِّ منك الجَدُّ

“Biasanya Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam jika mengangkat kepalanya dari rukuk beliau mengucapkan: (Allah mendengar orang yang memujinya. Ya Allah segala puji bagiMu, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau inginkan lebih dari itu semua, wahai Dzat yang memiliki semua pujian dan kebaikan. Demikianlah yang paling berhak diucapkan oleh setiap hamba. Dan setiap kami adalah hambaMu. Ya Allah tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau halangi. Dan segala daya upaya tidak bermanfaat kecuali dengan izinMu, seluruh kekuatan hanya milik-Mu)” (HR. Muslim)

Penjelasan doa:

1⃣ Doa pertama: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِك
"Ya Allah saya berlindung dari hilangnya nikmat-Mu"

Hilangnya nikmat karena tiga hal:
(1). Menyalahgunakan nikmat itu.
(2). Mengingkari nikmat tersebut.

Disebut dalam Qs. Ibrahim: 34,

(وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ)

"Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya. Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Qs. Ibrahim: 34)

Dua sifat manusia yang menyebabkan hilangnya nikmat Allah:
1. Zhalim: menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Kebalikan dari zhalim adalah adil. Diberikan nikmat Allah tapi
2. Kafir. Kafir itu ada dua: kafir terhadap nikmat Allah dan kafir terhadap Islam. Kafir nikmat tidak mengeluarkan dari Islam.
Yang dimaksud "kafir" dalam ayat ini adalah kafir nikmat, contohnya: Qarun. Qarun diberi harta kekayaan, justru tidak bersyukur akan tetap sombong. Dia merasa dapat kekayaan karena ilmunya.
Janganlah menjadi Qarun, tapi jadilah seperti Nabi Sulaiman yang pandai mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Nabi Sulaiman kerajaannya semakin besar, sedangkan Qarun terbenam dalam bumi.

(3). Karena kemaksiyatan.
Sebagaimana dalam Qs. al-Anfal: 53,

(ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ)

"Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali udak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Qs. al-Anfal: 53)

Qarun, kaum Luth, Fir'aun itu mengubah nikmat yang diberikan oleh Allah dengan kemaksiyatan yang mereka lakukan.

Nikmat terbesar adalah masuk Islam sebagaimana dalam Qs. al-Maidah: 3. Nikmat fisik itu tidak sempurna kalau Islamnya belum dijalankan sempurna. Islam merupakan kesempurnaan nikmat.

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian NikmatKu. dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagi kalian." (Qs. Al-Ma'idah: 3)

Sebagaimana disebutkan dalam Qs. Ali Imran: 102 ???? yang perlu kita jaga pertama kali adalah nikmat Islam, hingga kita mati dalam keadaan muslim.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Qs. Ali Imran: 102)

Terdapat hadits, yang menyebutkan bahwa tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, tidak ada memanjangkan umur kecuali dengan kebaikan, dan kemaksiyatan bisa mengurangi rezeki.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ
إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi)

2⃣ Doa kedua: وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِك
"(dan berlinsung dari) berpindahnya keselamatan."

Arti عَافِيَة: keselamatan dari segala mara bahaya, bukan sekedar sehat. Ada yang sehat tapi kebanjiran atau ditimpa musibah lain. Sehat saja tidak cukup, harus sehat wal 'afiyah.

Salah satu doa dalam adzkar yang dibaca setiap pagi dan petang:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)

Terdapat hadits yang menjelaskan tentang keadaan yang disebut 'afiyah, yaitu dalam keadaan sehat, aman dan memiliki makanan untuk hari itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya,[2] aman pada keluarganya, dia [3]memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadits di atas dapat diambi pelajaran bahwa rezeki yang paling penting adalah yang untuk dimakan pada satu hari itu.

3⃣ doa ketiga: وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ
"(dan berlindung dari) musibah mendadak."

Lihat Qs. al-A'raf: 96-99,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (96) أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99)

"Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain-main? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Qs. al-A'raf: 96-99)

Semua musibah seperti banjir, gempa, longsor itu adalah kiamat kecil, hingga kelak datang kiamat besar. Semua musibah itu selalu datangnya mendadak. Contohnya banjir di awal tahun baru kemarin, gempa, tsunami, semua datang secara mendadak.

4⃣ doa keempat: وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
"(dan berlindung dari) seluruh murka-Mu"

Kalau Allah sudah murka, sudah tidak berguna hidup ini. Maka jangan sampai Allah murka, kita hidup untuk mencari ridha-Nya.

Orang-orang Yahudi menjadi dimurkai oleh Allah karena menyalahgunakan nikmat Allah. Mereka mengetahui ilmu namun tidak mau mengamalkannya.

Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah bercerita suatu malam aku tidur bersama suami dan terbangun lalu mencari-cari Rasulullah di sebelahnya. Kemudian turun dari tempat tidur dan menemukan dua kaki Rasulullah sedang sujud dan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

"Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Setidaknya ada lima doa yang disampaikan pada kajian ini untuk dihafalkan dan diamalkan.

Wallahu a'lam.

Resume by: ~ad
Vivaldi, 02.02.2020