Karya Tulis
192 Hits

Tafsir An-Najah (Qs.2:165-167) Bab 84-Berlepas diri dari pengikut


BERLEPAS DIRI DARI PENGIKUT

 

 وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادٗا يُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّٗا لِّلَّهِۗ وَلَوۡ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِذۡ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعَذَابِ ١٦٥ إِذۡ تَبَرَّأَ ٱلَّذِينَ ٱتُّبِعُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ وَتَقَطَّعَتۡ بِهِمُ ٱلۡأَسۡبَابُ ١٦٦ وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ لَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَتَبَرَّأَ مِنۡهُمۡ كَمَا تَبَرَّءُواْ مِنَّاۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡ حَسَرَٰتٍ عَلَيۡهِمۡۖ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ    ࣖ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. Dan orang-orang yang mengikuti berkata, “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.”

                                        ( Qs. Al-Baqarah [ 2 ] : 165-167)

 

1.      Orang Yang Beriman Lebih Mencintai Allah

1)     Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang begitu banyak dan jelas agar orang-orang yang berakal mempelajarinya, sehingga mereka mengagungkan Allah, hanya menyembah kepada-Nya saja.

     Tetapi walaupun begitu, masih ada saja orang yang tidak mau mengambil pelajaran darinya, sehingga dia menjadikan untuk Allah tandingan-tandingan seperti berhala dan tuhan tuhan selain Allah. Dia mencintainya, menyembahnya dan meminta bantuan kepadanya.

            Berkata Ibnu Abbas, “Yang dimaksud tandingan pada ayat di atas adalah Para Pemimpin yang memiliki  banyak pengikut,  mereka mentaatinya dalam maksiat.”

 

2)       Firman Nya :

يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ

Mereka  mencintai pemimpin-pemimpin itu sama halnya mereka seperti orang-orang beriman mencintai Allah. Atau menyamakan kecintaan mereka kepada Allah dan kepada berhala ( pemimpin )  tersebut.

            Perbuatan tersebut adalah perbuatan syirik kepada Allah yang merupakan dosa yang paling besar. Di dalam Hadist Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu beliau berkata,

 

عن عبد الله بن مسعود -رضي الله عنه- قال: سألت رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أيُّ الذنب أعظم؟ قال: «أن تجعل لله نِدًّا، وهو خَلَقَكَ

 

“Aku pernah  bertanya, “Wahai rasulullah dosa apa yang paling besar?” beliau menjawab, “engkau adakan tandingan bagi Allah, padahal dia telah menciptakanmu” ( HR. Al-Bukhori dan Muslim).

 

3)      FirmanNya,

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ۙ

 

            Orang-orang beriman cinta mereka kepada Allah melebihi cintanya orang-orang  Musyrik kepada berhala dan pemimpin mereka . hal itu terjadi karena dua hal.

 

a)     Allah-lah yang mencintai orang-orang beriman lebih dahulu, kemudian mereka mencintai Allah. Barang siapa yang dicintainya telah menyatakan cintanya lebih dahulu,  maka kecintaannya lebih sempurna dan lebih kuat.

 

b)     Sedang cintanya orang-orang musyrik kepada berhala dan kepada pemimpin mereka adalah kecintaan yang berdasarkan kepentingan. Jika kepentingannya hilang, maka hilanglah kecintaan tersebut. Dan belum tentu berhala-berhala atau pemimpin-pemimpin yang mereka cintai itu juga mencintai mereka.

 

4)     Seandainya orang-orang musyrik itu melihat azab, tentu pada saat itu mereka tahu bahwa kekuatan itu hanya milik Allah dan Allah sangat pedih siksaannya.

Disini, nampak bahwa keimanan mereka dengan sesuatu yang ghaib sangatlah lemah, bahkan tidak ada. Berbeda dengan orang-orang beriman, mereka sudah menyakini dan membayangkan bagaimana dahsyatnya azab Allah pada hari kiamat, sehingga tidak berani berbuat syirik dan hanya menyembah kepada Allah saja.

 

2.      Berlepas Diri Dari Para Pengikut

 

إِذۡ تَبَرَّأَ ٱلَّذِينَ ٱتُّبِعُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ وَتَقَطَّعَتۡ بِهِمُ ٱلۡأَسۡبَابُ 

“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.” ( Qs. al-Baqarah [ 2 ] : 166 )

 

1)     Para pemimpin Kafir berlepas diri pada hari kiamat dari para pengikutnya  dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

 

 وَبَرَزُواْ لِلَّهِ جَمِيعٗا فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُاْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُوٓاْ إِنَّا كُنَّا لَكُمۡ تَبَعٗا فَهَلۡ أَنتُم مُّغۡنُونَ عَنَّا مِنۡ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۚ قَالُواْ لَوۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيۡنَٰكُمۡۖ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَجَزِعۡنَآ أَمۡ صَبَرۡنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٖ  

“Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?” Mereka menjawab, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”

( Qs. Ibrahim [ 14 ] : 21 )

 

2)     Berkata Qotadah, “mereka adalah para syetan yang berlepas diri dari manusia yang disesatkannya.”

Dalilnya adalah Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

 

وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْ ۚفَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُ ۗاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

 

“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.”

( Qs. Ibrahim [ 14 ] : 22 )

 

3)     Berkata Ibnu Katsir, “ Maksudnya Para Malaikat yang mereka anggap sebagai sesembahan mereka didunia melepaskan diri dari mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

 

قَالَ الَّذِيْنَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ رَبَّنَا هٰٓؤُلَاۤءِ الَّذِيْنَ اَغْوَيْنَاۚ اَغْوَيْنٰهُمْ كَمَا غَوَيْنَاۚ تَبَرَّأْنَآ اِلَيْكَ مَا كَانُوْٓا اِيَّانَا يَعْبُدُوْنَ

 

 “Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata, “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami.” ( Qs. al- Qashas [ 28 ] : 63 )

 

Ini dikuatkan di dalam firman-Nya,

 

قَالُوْا سُبْحٰنَكَ اَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُوْنِهِمْ ۚبَلْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ الْجِنَّ اَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُّؤْمِنُوْنَ

 

“Para malaikat itu menjawab, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” ( Qs. Saba [ 34 ] : 41 )

 

3.      Perkataan Para Pengikut

 

وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّاَ مِنْهُمْ ۗ كَمَا تَبَرَّءُوْا مِنَّا ۗ كَذٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ حَسَرٰتٍ عَلَيْهِمْ ۗ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ

 

“Dan orang-orang yang mengikuti berkata, “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal per-buatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.”

( Qs. al-Baqarah [ 2 ] :167)

            Para pengikut pun berlepas diri dari sesembahan mereka dan para pemimpin mereka. Mereka berangan-angan seandainya mereka dikembalikan di dunia lagi , mereka akan berlepas diri dari mereka dan akan menyembah Allah saja. Namun mereka berdusta seandainya mereka dikembalikan lagi ke dunia mereka akan mengerjakan lagi apa yang dilarang.

 

            Demikianlah Allah menampakkan kepada mereka bahwa amal-amal mereka mempunyai pengaruh buruk kepada jiwa mereka, yaitu penyesalan dalam diri mereka. Amal-amal tersebut sirna dan musnah tidak ada wujudnya. Ini sesuai dengan fiman-Nya,

 

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا

 

“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”

 ( Qs. al-Furqan [ 25 ] : 23 )

 

Wallahu A’lam

 

****

 

Jakarta, Selasa 25 Januari 2022.

KARYA TULIS