Karya Tulis
443 Hits

Tafsir An-Najah (Qs. 5:16) Bab 285 Tiga Tugas Rasul


 يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.”

(Qs. al-Ma’idah: 16)

 

Pada ayat ini dijelaskan tiga tugas Rasulullah ﷺ yang diutus dengan membawa kitab suci al-Qur’an.

Pertama: Memberikan Petunjuk

Dengan melalui jalan Rasulullah ﷺ dan kitab yang dibawanya, Allah akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang menginginkan ridha-Nya untuk mengikuti jalan-jalan keselamatan.

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ

“Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan.”

Terdapat tiga pelajaran yang terkandung di dalam potongan ayat ini.

(1) Mengikuti Rasul

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ

“Dengannya (kitab suci) Allah memberikan petunjuk.”

Kutipan ayat di atas menjelaskan bahwa jalan menuju Allah harus melalui ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ. Tanpa itu, seseorang tidak akan sampai kepada petunjuk Allah.

Di antara dalilnya adalah sebagai berikut:

(a) Firman Allah ﷻ,

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali ‘Imran: 31)

 Ayat ini menjelaskan bahwa untuk mendapatkan cinta Allah, maka harus mengikuti jalan Rasulullah ﷺ.

(b) Firman Allah ﷻ,

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ

“Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul”.” (Qs. an-Nur: 54)

Ayat ini menjelaskan bahwa taat kepada Rasulullah ﷺ akan mengantarkan kita kepada jalan hidayah.

(c) Firman Allah ﷻ,

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا ۗ

“Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka.” (Qs. an-Nisa’: 80)

(d) Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّ أُمَّتي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلّا مَن أَبى، قالوا: يا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَن يَأْبى؟ قالَ: مَن أَطاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَن عَصانِي فقَدْ أَبى.

“Semua umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau menjawab, “Barangsiapa taat kepadaku, ia akan masuk surga. Dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah enggan (masuk surga).” (HR. al-Bukhari)

Ayat-ayat dan hadits di atas semuanya menunjukkan bahwa untuk mencapai ridha Allah dan surga-Nya, seseorang harus mentaati perintah Rasulullah ﷺ dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh beliau melalui al-Quran dan sunnah-sunnahnya.

 

(2) Mengikuti Ridha Allah

مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ

“Orang yang mengikuti ridha-Nya.”

(a) Kutipan ayat di atas menunjukkan bahwa yang akan mendapatkan hidayah dari Allah adalah orang yang hatinya benar-benar tulus untuk mencapai ridha-Nya, bukan untuk mencari keuntungan dunia, seperti jabatan, kekayaan, ataupun kesenangan dunia lainnya.

(b) Juga menunjukkan bahwa amal seseorang tidak akan diterima kecuali jika diniatkan dengan ikhlas karena Allah. Sebagaimana Allah berfirman,

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (Qs. al-Bayyinah: 5)

 

(3) Jalan-jalan Keselamatan

سُبُلَ السَّلٰمِ

“Jalan-jalan keselamatan.”

(a) Maksud ayat ini bahwa seseorang yang mencintai Allah dan ingin menggapai ridha-Nya serta mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya untuk menempuh berbagai jalan menuju kepada surga-Nya.

 (b) Ini mirip dengan firman Allah ﷻ,

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Qs. al-‘Ankabut: 69)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang bersungguh-sungguh menempuh jalan Allah dengan mengikhlaskan amal karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, maka Allah akan menunjukkan cara-cara untuk beribadah kepada-Nya dan memberikan berbagai solusi dalam setiap problem yang mereka hadapi, sebagaimana di dalam firman-Nya,

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ۞  وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ۞

“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Qs. ath-Thalaq: 2-3)

(c) Juga bisa diartikan bahwa Allah memberikan banyak jalan alternatif menuju surga-Nya. Di dalam buku yang bertajuk “Banyak Jalan Menuju Surga”, penulis menjelaskan 30 jalan yang mengantarkan seseorang menuju surga.

Ini sekaligus menjadi bantahan kepada orang-orang liberal yang berpendapat bahwa jalan-jalan keselamatan di sini adalah semua agama mengantarkan manusia ke surga. Hal ini bertentangan dengan (Qs. Ali ‘Imran: 19) dan (Qs. Ali ‘Imran: 85) yang menyatakan bahwa satu-satunya agama yang diridhai Allah adalah agama Islam.

 

Kedua: Mengeluarkan Manusia dari Kegelapan Menuju Cahaya

وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ

“Mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya”

Allah akan mengeluarkan orang-orang yang tulus mencari ridha-Nya dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Maksud kegelapan di sini adalah kegelapan syirik, kafir, dan maksiat, serta kebodohan. Sedangkab maksud cahaya adalah Islam, tauhid, ketaatan dan keilmuan.

(1) Kata (الظُّلُمٰتِ) “kegelapan-kegelapan” disebut demikian karena jalan kesesatan yang dilalui orang itu bermacam-macam bentuknya, seperti kesyirikan, kekafiran, dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.

(2) Sedangkan kata (النُّوْرِ) “cahaya” disebut bentuk tunggal, karena kebenaran hanya ada satu jalan, yaitu Islam.

Jika cahaya datang, maka seluruh kegelapan tersebut akan sirna dengan sendirinya. Allah ﷻ berfirman,

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

“Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.” (Qs. al-Isra’: 81)

Cuplikan ayat di atas (Qs. al-Ma’idah: 16) mirip isinya dengan firman Allah ﷻ,

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ࣖ

“Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Qs. al-Baqarah: 257)

 

Ketiga: Allah Menunjukkan Mereka kepada Jalan yang Lurus

وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.”

Jalan yang lurus di sini adalah jalan lurus yang disebutkan di dalam surat al-Fatihah.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

“Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.” (Qs. al-Fatihah: 6)

 

***

Jakarta, Jumat, 3 Juni 2022

KARYA TULIS